www.bisnistoday.co.id
Jumat , 1 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Lima Koperasi Desa Merah Putih Terbentuk di Sambas, LPDB Perkuat Ekonomi Desa
Ekonomi Rakyat

Lima Koperasi Desa Merah Putih Terbentuk di Sambas, LPDB Perkuat Ekonomi Desa

Social Media

SAMBAS, Bisnistoday – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan melalui dukungan penuh terhadap pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan dengan terselenggaranya launching Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (08/5).

Acara launching ditandai dengan penyerahan akta notaris pembentukan koperasi kepada lima koperasi desa di Kabupaten Sambas.Mulai dari Kopdes Merah Putih Tanjung Bugis (bidang wisata air),
Kopdes Merah Putih Sarang Burung Usrat (bidang perikanan), Kopdes Merah Putih Tanjung Keracut (bidang sembako), Kopdes Merah Putih Setalik (bidang penggilingan padi) dan Kopdes Matang Segarau.

Direktur Utama LPDB, Supomo, menyampaikan bahwa keberhasilan pembentukan Kopdes Merah Putih ini menjadi bukti konkret bahwa koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa jika didukung dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kerja sama luar biasa dari seluruh unsur di Kabupaten Sambas yang bergerak cepat sekali. Koperasi Merah Putih hadir bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai simpul kekuatan sosial-ekonomi masyarakat desa untuk menciptakan kesejahteraan secara merata, kami tidak hanya bicara pembentukan, tapi langkah selanjutnya,” ujarnya.

Supomo juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini diamanahkan sebagai Koordinator Wilayah IX dalam program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang mencakup Provinsi Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Dalam peran ini, LPDB berkomitmen mendorong percepatan pembentukan koperasi, memperkuat ekosistem usaha produktif, serta menyediakan akses pembiayaan dana bergulir yang mudah, murah, dan aman.

“Untuk Kalimantan Barat sendiri secara potensi cukup besar terutama pada sektor pertanian, hal ini seiring dengan asta cita pemerintah dalam hal ketahanan pangan, seperti pertanian padi, kelapa, sawit, dan semua gerakan ekonomi tersebut dari masyarakat,” kata Supomo.

Adapun program Kopdes Merah Putih ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan sebagai solusi terhadap masalah distribusi pangan, akses permodalan, dominasi tengkulak, serta praktik pinjaman ilegal yang merugikan masyarakat desa.

Supomo menambahkan, koperasi desa diharapkan menjadi pusat produksi, distribusi, dan layanan kebutuhan dasar, sekaligus mempercepat inklusi keuangan dan penguatan ketahanan ekonomi nasional.

Baca juga:LPDB Bakal Jadikan Dua Koperasi Kelurahan Merah Putih di Palangka Raya

“Koperasi Desa Merah Putih adalah bukti bahwa masa depan desa dimulai dari kekuatan gotong royong. Kami di LPDB siap menjadi garda depan dalam memberikan pembiayaan dan pendampingan agar koperasi-koperasi ini bisa tumbuh menjadi institusi yang profesional, sehat, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat,” jelas Supomo.

Potensi Ekspor

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sambas Satono mengatakan, dari sisi potensi Kabupaten Sambas memliki potensi yang tinggi dari sektor pertanian dan hortikultura.

“Kami berterima kasih banyak, kepada pemerintah saat ini luar biasa mendorong dan memberikan motivasi kepada kami, dan sudah kami laksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebanyak 57 dan sudah diakta notaris sebanyak 5 Koperasi Desa Merah Putih. Kami punya keyakinan, Sambas adalah daerah surplus pangan, dengan semangat kebersamaan Sambas akan menjadi Kabupaten Perbatasan pertama yang akan ekspor beras perdana ke negeri Jiran karena kami punya potensi,” ungkapnya.

Selain itu Satono juga berharap, agar kedepan Perbatasan Lintas Negara (PLBN) Aruk di Sambas bisa secepatnya menjadi gate ekspor untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Sehingga hasil produksi dan holtikultura bisa kami dorong untuk ekspor ke luar negeri bahkan sampai ke Brunei Darussalam dengan demikian ekonomi Sambas bisa semakin melaju,” pungkasnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Caption: Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani (kanan) dan Pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI) Yunita Sidauruk (kiri) memperlihatkan nota kesepahaman (MoU)
Ekonomi Rakyat

Agrinas Palma – RSI Kolaborasi Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat

JAKARTA - PT Agrinas Palma Nusantara bersama Rumah Sawit Indonesia (RSI) bekerjasama...

Kemiskinan
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Rakyat Kelaparan, APKLI Perjuangan Inisiasi Gerakan Nasional Saweran Rakyat Kecil

JAKARTA, Bisnistoday – Terpuruknya perekonomian nasional, mendorong elemen masyarakat yang tergabung dalam...

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Kana.
Ekonomi Rakyat

Kemenko PM Pelajari Tata Kelola Koperasi di Surabaya

SURABAYA, Bisnistoday - Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja...

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Agung Setya Imam Effendi (dok: PTPN)
EKONOMIEkonomi Rakyat

PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

BOGOR, Bisnistoday  –  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan...