PALANGKA RAYA, BisnisToday – Sabtu pagi, 7 Juni 2025. Udara masih sejuk ketika halaman Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya mulai dipadati aktivitas.
Sejumlah pegawai sibuk menata meja logistik. Di pojok halaman, dua ekor sapi berbalut tanda pita merah menunggu giliran untuk disembelih.
Hari itu, kantor yang biasanya sibuk dengan urusan sertifikat tanah dan peta bidang, berubah menjadi pusat kegiatan sosial dalam nuansa Idul Adha 1446 Hijriah.
Kurban bukan sekadar rutinitas tahunan bagi Kantor Pertanahan Kota Palangka Rata.
Tapi, Kurban menjadi simbol solidaritas, semangat gotong royong, dan kepedulian yang diwujudkan lewat daging segar.
“Idul Adha bukan hanya soal menyembelih hewan, tapi juga soal mengasah keikhlasan dan mempererat kebersamaan,” kata Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya, Ferdinan Adinoto, S.SiT., M.Si., saat membuka kegiatan.
Ferdinan tak sekadar memberi sambutan.
Ia ikut memantau jalannya penyembelihan yang dilakukan sesuai syariat Islam, dengan melibatkan jagal profesional dan pengawasan ketat panitia.
Tahun ini, dua ekor sapi hasil urunan para pegawai menjadi hewan kurban.
“Ini bentuk kontribusi nyata dari seluruh jajaran,” ujar Ferdinan.
Tak butuh waktu lama, proses penyembelihan berjalan mulus.
Di sisi lain halaman, puluhan pegawai mulai sibuk memotong, menimbang, dan mengemas daging dalam kantong plastik.
Semuanya dikerjakan bersama, tanpa sekat jabatan.
Suasana kekeluargaan terasa kuat. Gelak tawa sesekali terdengar, meski tangan tetap cekatan bekerja.
Daging kurban tak hanya dibagikan kepada keluarga besar pegawai.
Sebagian disalurkan ke Yayasan Panti Asuhan Bina Sejahtera Palangka Raya, tempat anak-anak yatim dan dhuafa dibina.
Perwakilan yayasan yang hadir menerima bantuan itu dengan mata berbinar.
“Terima kasih atas kepeduliannya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ucap salah satu pengurus yayasan dengan nada haru.
Bagi panitia, kegiatan ini bukan beban. Justru menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang selaras dengan semangat Idul Adha.
“Kami senang bisa terlibat dari awal sampai akhir. Ini pengalaman yang membekas,” kata salah satu panitia muda.
Kegiatan berakhir menjelang siang. Kantong-kantong daging telah tersebar, peluh sudah kering, dan halaman kembali lengang.
Tapi semangat hari itu tetap tertinggal: sebuah pengingat bahwa kepedulian tak harus mewah, asal datang dari niat yang tulus.
Sebagai instansi yang melayani masyarakat, Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya tampaknya tak ingin sekadar dikenal lewat layanan administratif.
Lewat kegiatan sosial seperti ini, mereka mencoba hadir lebih dekat dan berarti bagi masyarakat.



