JAKARTA, Bisnistoday – Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ), optimis bahwa kerjasama antara Jepang dan Indonesia tetap saling menguntungkan ditengah kondisi global tidak menentu. Tercatat sepanjang periode 2010–2024 nilai kumulatif realisasi investasi Jepang menempati peringkat kedua sebagai negara mitra investasi Indonesia dengan angka persentase rata rata tumbuh (growth) diatas 20% (2010-2024).
“Hubungan Indonesia–Jepang bukan hanya sejarah, melainkan fondasi untuk membangun masa depan bersama. Forum ini menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi peluang baru, memperkuat komitmen jangka panjang, dan memastikan kemitraan kita relevan di era transformasi industri, energi berkelanjutan, dan digitalisasi,” ujar Rachmat Gobel, Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ) dalam keteranganya di Jakarta, Sabtu (9/8).
“PPIJ berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan bisnis dan kebijakan, sehingga kemitraan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” tambah Rachmat Gobel saat memimpin, pertemuan Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025: Memperkuat Kepercayaan dan Peluang Investasi Jepang.
Acara ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dan CEO Danantara Indonesia, Muhammad Chatib Basri, Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Dosen Fakultas Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia, Menteri Keuangan RI (2013–2014), dan Kepala BKPM (2012–2013) serta H.E. Masaki Yasushi – Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Jepang.
“Inisiatif seperti Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025 sejalan dengan agenda strategis pemerintah untuk mempercepat hilirisasi industri, memperkuat rantai pasok, dan menarik investasi berkualitas tinggi. Kolaborasi yang terbangun di forum ini akan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujar Rosan Perkasa Roeslani.
Komitmen Jepang
Komitmen bilateral ini juga sebeumnya ditegaskan oleh Perdana Menteri Shigeru Ishiba, yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama dalam kunjungan bilateral resminya pada Januari 2025. Dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Bogor, keduanya membahas berbagai bentuk kerja sama strategis, mulai dari pertahanan, energi terbarukan, pertanian, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dari sisi Indonesia, sinyal positif juga ditunjukkan melalui diplomasi ekonomi aktif. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan CEO Danantara Indonesia, Bapak Rosan Perkasa Roeslani, melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Juli 2025 untuk memperkuat kembali kepercayaan investor, serta mendorong kemitraan baru di sektor manufaktur, energi hijau, dan infrastruktur strategis.
Dalam laporan resmi JBIC (Japan Bank for International Cooperation) Edisi Juli 2025, Survei Tahunan JBIC Tahun Fiskal 2024 mengenai Operasi Bisnis Luar Negeri Perusahaan Jepang menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-4 sebagai negara paling menjanjikan untuk pengembangan bisnis dalam jangka menengah (tiga tahun ke depan). //




