www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 April 2026
Home EKONOMI Energi Dana Bagi Hasil Migas di Kab.Tanjung Jabung, Jambi Capai Rp698 Miliar
Energi

Dana Bagi Hasil Migas di Kab.Tanjung Jabung, Jambi Capai Rp698 Miliar

PetroChins Jabung
PETROCHINA resmi memulai program pengeboran tahun 2026 di Wilayah Kerja (WK) Jabung./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kontribusi dari sektor minyak dan gas bumi (Migas) di Wilayah Kabupaten. Tanjung Jabung, Provinsi Jambi tahun 2025 lalu cukup tinggi. Data Kemenku mencapai Dana Bagi Hasil migas mencapai sekitar Rp698 miliar, serta sekitar Rp280 miliar dari Pajak Bumi dan Bangunan sektor migas.

“Kontribusi hulu migas terhadap daerah dapat dilihat secara langsung dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) migas. Ini adalah bentuk nyata penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina, Rinto Pudyantoro dalam keteranganya di Jakarta, Kamis (2/4).

Ia menjelaskan keberadaan industri hulu migas memiliki dampak ekonomi yang luas dan berlapis, khususnya melalui mekanisme penerimaan negara dan daerah. Seperti. di Kabupaten Tanjung Jabung, Provinsi Jambi, misalnya, aktivitas operasional PetroChina International Jabung Ltd memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah.

Menurut Rinto, DBH migas merupakan bagian dari penerimaan negara yang dibagikan kembali kepada daerah penghasil, sementara PBB migas menjadi salah satu komponen pajak terbesar yang juga memberikan kontribusi signifikan bagi daerah. Bahkan secara nasional, kontribusi PBB sektor migas mencapai porsi yang sangat besar dalam struktur penerimaan PBB.

“Dalam konteks nasional, sektor migas menyumbang sekitar setengah dari total penerimaan PBB. Yang menarik, sebagian besar dari penerimaan tersebut, yakni sekitar 98 persen, didistribusikan kembali ke daerah. Artinya, manfaat ekonomi sektor migas sangat besar bagi daerah penghasil,” tuturnya.

Di tingkat daerah, kontribusi tersebut juga terlihat nyata. Di Kabupaten Tanjung Jabung, Provinsi Jambi, misalnya, aktivitas operasional PetroChina International Jabung Ltd memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah.

Kontribusi tersebut menjadi yang terbesar diantara kabupaten dan kota lainya di Provinsi Jambi. Selain itu, kontribusi ini juga menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk pembiayaan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Rinto menekankan dampak industri hulu migas tidak hanya berhenti pada penerimaan langsung, tetapi juga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang jauh lebih besar terhadap perekonomian.

“Seringkali kita hanya melihat dari sisi penerimaan negara atau daerah, padahal itu baru sebagian kecil dari keseluruhan dampak. Aktivitas hulu migas menciptakan efek berantai, mulai dari penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi lokal, hingga dukungan terhadap sektor lain seperti listrik dan industri,” ungkapnya./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Ladang Migas
Energi

Jejak Energi di Daerah: Ketika Migas Tak Sekadar Mengalirkan Minyak, Tapi Kehidupan

JAKARTA, Bisnistoday - Pada sebuah desa yang dulu hanya dihubungkan jalan tanah...

Diskusi Publik
EnergiHEADLINE NEWS

Diminati Pasar, Transportasi Bertenaga Listrik Butuh Dukungan Berbagai Pihak

JAKARTA, Bisnistoday – Penggunaan kendaraan bertenaga listrik perlu mendapat dukungan berbagai pihak,...

Panttau Penyaluran LPG
Energi

Kementerian ESDM Dan Pertamina Pantau Penyaluran LPG di Jabotabek

JAKARTA, Bisnistoday – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian...

Energi

Mengupas Multiplier Effect Ekonomi Industri Migas Bagi Pemda

JAKARTA, Bisnistoday- Akademisi Universitas Pertamina optimis stimulus industri migas mampu menghidupkan ekonomi...