JAMBI, Bisnistoday – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memuji kinerja industri pengolahan karet di Provinsi Jambi yang dinilai mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal sekaligus menjaga standar keselamatan kerja tertinggi.
Dalam kunjungan kerjanya ke PT Hok Tong Jambi, Rabu (12/11), Afriansyah meninjau langsung proses produksi crumb rubber di pabrik seluas 1,4 hektare di kawasan Sijenjang, Jambi Timur, Kota Jambi. Ia didampingi oleh Manajer Pabrik, Hermawan Budiman, yang memperkenalkan area produksi, laboratorium, dan gudang barang jadi.
Afriansyah mengapresiasi harmonisasi hubungan industrial antara manajemen perusahaan dengan serikat pekerja yang dinilai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan predikat “zero accident” selama empat tahun berturut-turut.
“Perusahaan ini layak menjadi contoh karena mampu menjaga keselamatan kerja dan hubungan industrial yang sehat. Seluruh pekerja yang direkrut pun berasal dari masyarakat sekitar,” ujar Afriansyah.
Lebih lanjut, Afriansyah menekankan bahwa kehadiran industri pengolahan karet seperti Hok Tong memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Saat ini, sebanyak 100 persen tenaga kerja perusahaan berasal dari Jambi, dengan 47 persen di antaranya warga Kecamatan Jambi Timur.
“Inilah bentuk nyata pemberdayaan masyarakat lokal. Kami harap perusahaan terus berkembang dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi warga Jambi dan Sumatera,” tambahnya.
Kementerian Ketenagakerjaan, lanjut Afriansyah, berkomitmen untuk terus mendukung dunia industri yang berdaya saing melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja serta penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Sinergi antara dunia usaha dan lembaga pelatihan seperti BPVP Kemnaker akan memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan produktif,” tegasnya.
Sementara itu, Hermawan Budiman menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Wamenaker. Ia menegaskan bahwa sejak berdiri tahun 1937, perusahaan konsisten mempekerjakan tenaga kerja lokal tanpa menggunakan tenaga asing maupun pekerja di bawah umur.
“Kami memiliki 180 karyawan yang seluruhnya pekerja lokal. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk tumbuh bersama masyarakat Jambi,” ujar Hermawan.
Kunjungan Wamenaker ini diharapkan menjadi momentum bagi industri pengolahan karet di Jambi untuk semakin memperkuat perannya sebagai penopang ekonomi daerah sekaligus contoh praktik ketenagakerjaan yang beretika dan berkelanjutan.//









































