BANYUWANGI, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (9/12).
“Saya mengapresiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu yang sudah memiliki produksi seperti gula dan kopi,” kata Menkop.
Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Tenaga Ahli Komisi VI DPR-RI Muhammad, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa, dan Ketua KKMP Tukangkayu Imam Maskun.
“Koperasi akan mengelola berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, apotek, klinik, gudang, hingga lembaga keuangan mikro, dengan standar ritel modern agar manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat,” terang Menkop.
Baca juga: Menkop Optimistis Pembangunan Kopdes Merah Putih Sesuai Target
Menkop mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah terintegrasi dalam aplikasi Jaga Desa menjadi pondasi operasional yang modern dan akuntabel.
Aplikasi Jaga Desa sudah menambah fitur di dalamnya, yaitu Koperasi Desa, sehingga ketika urusan bangunan fisik dan SDM selesai, digitalisasi juga sudah siap, siap operasional, maka proses mitigasi risiko dan pengawasan yang bisa berjalan.
“Itu yang nantinya membuat operasionalisasi Kopdes bisa berjalan dengan baik,” tegas Menkop.
Menkop meyakini, keberadaan Kopdes Merah Putih juga nantinya bisa membantu keberadaan warung-warung, UMKM yang ada, pasar tradisional, dan sebagainya. Kopdes bisa mendapatkan harga-harga yang khusus, hasil kerja sama dengan banyak BUMN.
Baca juga: Kopdes Sidomulyo Ekspor Kopi Perdana ke Mesir
Menkop menyebutkan, Kopdes akan menjual gas elpiji 3 kilogram dengan harga agen. Begitu juga dengan penjualan pupuk bersubsidi dan minyak goreng subsidi.
“Maka, saya ingin mendorong para pelaku UMKM di Banyuwangi untuk membangun industri kecil yang nanti hasil produksinya akan dijual di gerai-gerai sembako Kopdeskel,” papar Menkop.
Dalam hal itu, para pelaku UMKM juga dapat mengangkat hasil produk lokal. “Kita produksi sendiri, dibiayai sendiri, jual sendiri. Ini yang kita maksud dengan kedaulatan ekonomi. Bukan barang dari impor, tapi ini produk hasil sendiri,” tegas Menkop.
Oleh karena itu, Menkop menyebut Kopdes Merah Putih juga harus menyesuaikan diri dengan potensi yang dimiliki desanya, seperti kuliner, kerajinan, dan sebagainya.






































