www.bisnistoday.co.id
Jumat , 28 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS Tekanan Eksternal Meningkat, IHSG dan Rupiah Kompak Terpuruk
HEADLINE NEWS

Tekanan Eksternal Meningkat, IHSG dan Rupiah Kompak Terpuruk

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang ketahanan ekonomi domestik terhadap guncangan eksternal semakin terbatas, seiring pelemahan rupiah yang bertahan di atas level Rp 17.000 per Dollar AS dan meningkatnya tekanan fiskal di tengah sentimen global yang masih bergejolak.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah di atas level tersebut, di tengah indeks dolar yang relatif stabil, mengindikasikan Bank Indonesia mulai memberi ruang penyesuaian yang lebih besar setelah periode intervensi yang cukup agresif.

“Pelemahan IHSG yang sempat turun di bawah level 7.000, bersamaan dengan rupiah yang bertahan di atas Rp 17.000, mencerminkan meningkatnya sentimen risk-off di pasar domestik. Dalam kondisi ini, ruang stabilisasi menjadi semakin terbatas, terutama di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi,” ujar Rully Arya Wisnubroto.

Dalam dua bulan pertama 2026, cadangan devisa tercatat turun sekitar USD4,6 miliar dibandingkan akhir 2025, seiring pembayaran utang valas dan kebijakan stabilisasi nilai tukar. Di pasar saham, IHSG sempat terkoreksi dan ditutup di bawah level 7.000, mencerminkan sentimen risk-off yang masih dominan.

“Dengan IHSG yang telah terkoreksi hingga 6.917 dan rupiah di atas 17.000, kami melihat tekanan pasar masih berpotensi berlanjut, terutama jika arus keluar dana asing meningkat ke kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per hari dalam jangka pendek,” tambahnya.

Ke depan, tekanan diperkirakan masih berlanjut seiring eskalasi geopolitik dan kenaikan harga minyak, yang umumnya memberi tekanan pada mata uang negara net importir seperti Indonesia. Di sisi fiskal, kebijakan pemerintah menahan harga BBM untuk menjaga daya beli turut mendorong defisit APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% PDB, meningkat dari 0,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Upaya menjaga stabilitas tetap penting, namun konsekuensinya adalah meningkatnya tekanan terhadap fiskal dan cadangan devisa,” kata Rully.

IHSG ditutup di level 6.989,43 (-0,53%), sementara rupiah berada di Rp17.035 per dolar AS dan investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp623 miliar, mencerminkan tekanan pasar yang masih tinggi di tengah dinamika global.

Fase Konsolidasi “Bearish”

Sementara itu, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish. “IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di 6.892 hingga 6.731, sementara resistance terdekat berada di kisaran 7.117 hingga 7.222,” ujar Nafan.

Ia menambahkan, selama IHSG belum mampu menembus resistance tersebut, tekanan jual masih akan mendominasi pergerakan indeks dalam jangka pendek. Di tengah kondisi tersebut, Nafan melihat peluang trading selektif pada sejumlah saham. Barito Pacific (BRPT) menunjukkan indikasi akumulasi, Elnusa (ELSA) berada dalam kondisi oversold, sementara Map Aktif Adiperkasa (MAPA) berada dalam fase bullish consolidation.

“Pergerakan indeks dan saham saat ini menunjukkan pasar masih cenderung berhati-hati, dengan peluang trading yang lebih selektif,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Harbolnas 2026
HEADLINE NEWS

Harbolnas 2026, Mendag Busan Optimistis Nilai Transaksi Meningkat 5-10 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis akan tercapainya peningkatan nilai...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Investor Masih Cenderung “Wait and See” Menunggu Situasi Stabil

JAKARTA,  Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai investor masih cenderung...

Paemran G1
HEADLINE NEWS

Industri Makanan dan Minuman Dinilai Tetap Tangguh di Tengah Perubahan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday — Industri makanan dan minuman (mamin) dinilai menjadi salah satu...

Survei ISEI
HEADLINE NEWS

Survei ISEI: Ekonom Optimistis Ekonomi Nasional, Tapi Daya Beli Masih Jadi Tantangan

JAKARTA, Bisnistoday - Optimisme terhadap perekonomian nasional ternyata lebih kuat di kalangan...