JAKARTA, Bisnistoday – Kemiskinan terlihat makin sulit dikendalikan dan berjalan massif di berbagai wilayah. Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) menyatakan, penyebab terjadinya kemiskinan secara kasat dalam keseharian sangat terang benderang ialah korporasi. Berbagai jenis korporasi dalam pengertian kapitalis lokal, nasional maupun asing.
“Para pemilik korporasi kapitalis itu menekan harga petani, nelayan, perajin, peternak dan petambak dan pedagang kecil. Menghisap daya beli rakyat yang sudah sangat kering serta menggencet tarif gaji buruh,” ungkap Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) di Jakarta, Sabtu (25/4).
Anehnya, lanjut Suroto, upaya penyelesaianya dimintakan kepada lembaga-lembaga pemerintah yang miskin gagasan dan berisi orang orang yang menjadi bagian dari penyebab kemiskinan. “Sebagian lagi dilakukan secara sukarela oleh Lembaga Swadaya Masyakat (LSM) yang dananya terbatas dan bergantung dari donor koporasi kapitalis penyebab kemiskinan.”
Suroto menegaskan, rakyat banyak hari ini telah kehilangan darah dan berjalan seperti zombie tanpa arah, karena barang-barang subsidi yang sesungguhnya berfungsi untuk menolong mereka tidak sungguh-sungguh disalurkan ke tangan mereka.
“Begitu banyak regulasi dan kebijakan yang ciptakan moral hazard dan membuat barang barang subsidi ini akhirnya mengalami banyak penyimpangan dari tujuanya. Ini semua penuh rekayasa. Dimainkan oleh para elite dracula penghisap darah rakyat,” tegasnya.
Sebaiknya, usul Suroto, Presiden dan menteri Keuangan tertibkan semua barang / jasa subsidi dan salurkan jelas ke satu jalur institusi khusus yang dimiliki oleh rakyat dan diawasi rakyat langsung secara demokratis masif sampai ke desa. Institusi itu adalah Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih /KDKMP./



