JAKARTA, Bisnistoday – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta setiap negara bersiap menghadapi lebih banyak kasus hantavirus. Virus yang pertama kali berjangkit di atas Kapal MV Hondius itu, kini ditemukan di sejumlah negara.
Virus itu umumnya ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus. Adapun jenis hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar tersebut adalah jenis Andes yang umumnya banyak ditemukan di Amerika Selatan dan sangat mematikan.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak pihak berwenang untuk mengikuti saran dan rekomendasi dari badan kesehatan dunia tersebut, yang mencakup karantina 42 hari dan pemantauan terus-menerus terhadap kontak berisiko tinggi.
“Saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa kita melihat awal dari wabah yang lebih besar, tetapi tentu saja situasinya dapat berubah, dan mengingat masa inkubasi virus yang panjang, ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang,” katanya dalam konferensi pers di Madrid, Selasa (12/5/2026), seperti dikutip Guardian.
Kapal MV Hondius, yang berlayar dari Argentina ke Tanjung Verde, menjadi pusat wabah setelah tiga penumpang (pasangan dari Belanda dan warga negara Jerman) meninggal akibat virus tersebut. Meskipun biasanya menyebar melalui hewan pengerat liar, hantavirus dapat ditularkan dari orang ke orang dalam kasus kontak dekat yang jarang terjadi.
WHO sejauh ini telah mengkonfirmasi sembilan kasus varian Andes dari virus tersebut, di antaranya seorang wanita Prancis dan seorang warga negara AS yang dinyatakan positif setelah dievakuasi dari kapal.
Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan salah satu dari 14 warga Spanyol yang dievakuasi dari kapal dan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid ,telah dinyatakan positif hantavirus dan menunjukkan gejala.
“Pasien yang kemarin berstatus suspek, telah dikonfirmasi positif hantavirus,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan. “Pasien tersebut menunjukkan demam ringan dan gejala pernapasan ringan, tetapi saat ini stabil.”
Tedros, yang berbicara bersama Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengatakan lebih banyak kasus kemungkinan akan muncul karena tingkat interaksi antara penumpang di atas kapal sebelum peringatan dibunyikan dan kasus pertama dikonfirmasi pada seorang penumpang pada tanggal 2 Mei.
Tedros mengatakan masing-masing negara kini bertanggung jawab atas warganya setelah evakuasi. “Saya berharap mereka akan merawat pasien dan penumpang, membantu mereka dan juga melindungi warga negara mereka. Itulah yang kami harapkan.”
Puji Spanyol
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi pemerintah Spanyol dan rakyat Spanyol karena telah menanggapi penderitaan mereka yang berada di atas kapal setelah otoritas di Tanjung Verde menolak izin kapal tersebut untuk berlabuh. Lebih dari 120 penumpang dan awak kapal dievakuasi dari Tenerife dalam sebuah operasi yang terkoordinasi dengan cermat pada Minggu dan Senin.
“Saya ingin berterima kasih kepada Spanyol dan, khususnya, Perdana Menteri Pedro Sánchez, atas kepemimpinan dan koordinasi yang luar biasa,” katanya. “Saya tahu ini adalah sebuah contoh yang baik, dan saya berharap negara-negara lain juga belajar dari ini. Bukan hanya bagian dari kewajiban tetapi juga belas kasih dan solidaritas yang telah ditunjukkan Spanyol.”
Meskipun ada keberatan dari pemerintah daerah Kepulauan Canary, pemerintah pusat Spanyol mengizinkan MV Hondius untuk berlabuh di pelabuhan Tenerife dan kemudian, mengawasi proses evakuasi.//








































