www.bisnistoday.co.id
Selasa , 30 Juni 2026
Home EKONOMI Perbankan & Asuransi Direktur Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan
Perbankan & Asuransi

Direktur Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Bank Jakarta
LOGO Jakone Mobile dari Bank Jakarta di Jakarta, Selasa (30/6). Dirut Bank Jakarta, Agus H Widodo saat bincang-bincang "Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market", Investor Day 2026, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6)./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday  – Optimalisasi keamanan siber (cyber security) akan menjadi salah satu fokus utama dalam strategi pengembangan digitalisasi perbankan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan sistem operasional, identifikasi, hingga infrastruktur digital tetap relevan dan mampu menghadapi meningkatnya ancaman serangan siber.

Direktur Bank Agus Haryoto Widodo mengatakan pengembangan yang dilakukan tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan di daerah, tetapi juga memperkuat berbagai aspek pendukung, termasuk sistem transportasi data, identifikasi, serta perlindungan terhadap risiko kemanan siber.

“Ke depan, penguatan terhadap keamanan siber dan berbagai aspek keamanan digital akan menjadi bagian dari langkah yang akan kami jalankan berikutnya,” ujarnya usai bincang-bincang “Shaping the Next Era of Indonesia’s Capital Market”, Investor Day 2026, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Agus, transformasi yang dilakukan perseroan tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis semata. Perusahaan juga tengah membangun bidang dan fungsi baru yang secara khusus menangani aspek keamanan digital sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin terdigitalisasi.

Ia menjelaskan hal ini sebagai respons atas berbagai persoalan yang muncul dalam perkembangan teknologi informasi. Dengan adanya fungsi yang lebih khusus, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan mitigasi risiko sekaligus memperkuat tata kelola keamanan sistem.

“Jadi tidak sekadar pengembangan bisnis, tetapi juga memastikan kami memiliki bidang yang mampu mengantisipasi berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan keamanan siber,” kata Agus.

Optimalisasi keamanan siber menjadi salah satu agenda penting industri perbankan seiring meningkatnya digitalisasi layanan keuangan. Selain menjaga kelancaran operasional, investasi pada sistem keamanan juga diperlukan untuk melindungi data nasabah serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.

Sebelumnya, industri keuangan nasional dinilai masih memiliki fundamental yang kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Namun, perubahan lanskap bisnis dan perilaku pasar membuat pelaku industri harus melakukan transformasi agar tetap relevan dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan secara fundamental kondisi perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang baik.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang masih positif, permodalan yang kuat, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang relatif rendah.

“Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah,” kata Agus dalam bincang-bincang “Shaping the Next Era of Indonesia’s Capital Market”, Investor Day 2026, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6).

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, industri perbankan menghadapi berbagai dinamika yang sulit diprediksi, mulai dari pandemi Covid-19, konflik geopolitik global hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional.Kondisi tersebut membuat bank tidak lagi dapat menjalankan strategi bisnis secara business as usual.

Agus menambahkan, adanya tekanan terhadap biaya dana atau cost of fund perbankan. Menurut dia, bunga deposito dalam lelang dana antarbank sempat menyentuh level 11,5 persen, yang menjadi sinyal meningkatnya biaya penghimpunan dana bagi industri perbankan.

Menghadapi perubahan tersebut, Bank Jakarta menjalankan transformasi di berbagai aspek bisnis. Transformasi dilakukan mulai dari penguatan model bisnis, digitalisasi layanan, manajemen risiko hingga budaya kerja perusahaan./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Perbankan & Asuransi

Dari Rasa Penasaran Menjadi Bermanfaat Besar, Kisah Fajar Mengelola Agen BRILink

BANDUNG,Bisnistoday-Kesibukan bekerja di luar rumah pernah membuat Yayang Fajar harus mengorbankan banyak...

Dirut Bank Jakarta
Perbankan & Asuransi

Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Kenaikan Suku Bunga

JAKARTA – Bank Jakarta memilih strategi pertumbuhan yang sehat dan berkualitas di...

Perbankan & Asuransi

Tak Sekadar Layani Transaksi Keuangan, Reyno Brilian Temukan Arti Berbagi Lewat BRILink

BANDUNG, Bisnistoday - Di sebuah ruko sederhana di Jalan Terusan Suryani, Kota...

Perbankan & Asuransi

BRI Percepat Transformasi Digital Lewat BRImo dan QRIS

BANDUNG, Bisnistoday - Masyarakat Indonesia kini semakin akrab dengan transaksi digital. Mulai...