www.bisnistoday.co.id
Selasa , 30 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Digitalisasi Jadi Kunci Operasional Kopi Gartap yang Menyasar Anak Muda
Ekonomi Rakyat

Digitalisasi Jadi Kunci Operasional Kopi Gartap yang Menyasar Anak Muda

Vinna Nurjannah, co-founder Kopi Garta,
Vinna Nurjannah, co-founder Kopi Gartap
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Bagi Vinna Nurjannah, co-founder Kopi Gartap, digitalisasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam menjalankan usaha sehari-hari.

Sejak membuka kedai kopi yang menyasar mahasiswa, pekerja kantoran, hingga aparat di sekitar lokasi usahanya, ia menyadari bahwa kebiasaan pelanggan kini telah berubah. Mayoritas pengunjung lebih memilih transaksi non-tunai dibandingkan membawa uang tunai.

Karena itu, Vinna memanfaatkan layanan digital dari BRI, seperti BRImo dan QRIS, untuk mendukung operasional usahanya. Menurutnya, keberadaan QRIS menjadi kebutuhan utama karena hampir seluruh pelanggan sudah terbiasa menggunakan metode pembayaran digital.

“Sekarang orang jarang-jarang bawa cash. Pasti kan semua pakai uang digital, jadi sudah jelas pada minta QRIS,” ujar Vinna kepada Bisnis Today, Selasa (30/6).

Selain mempermudah pelanggan saat bertransaksi, BRImo juga membantu Vinna mengelola keuangan usahanya. Melalui aplikasi tersebut, ia dapat memantau arus kas dan mencatat pemasukan maupun pengeluaran usaha dengan lebih mudah.

“BRImo juga membantu buat nge-tracking pengeluaran,” katanya.

Dalam kesempatan berbeda, Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Bandung Acuviarta Kartabi, mengatakan, manfaat terbesar digitalisasi pembayaran bagi UMKM bukan hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha membangun administrasi keuangan yang lebih tertata.

Menurutnya, pencatatan transaksi secara digital akan menjadi nilai tambah ketika UMKM membutuhkan akses pembiayaan dari perbankan.

“Digitalisasi itu pertama memberikan kemudahan dalam pembayaran. Kemudian juga memudahkan administrasi dan pengelolaan keuangan. Ke depan kalau UMKM ingin mengajukan kredit, salah satu yang dilihat adalah histori transaksi perbankannya,” ujar Acuviarta.

Ia menilai masih banyak UMKM yang belum memiliki pembukuan yang baik sehingga kesulitan menunjukkan kinerja usahanya saat mengajukan pembiayaan. Dengan transaksi digital, seluruh arus kas akan tercatat secara otomatis sehingga omzet dan perputaran usaha dapat dibuktikan melalui mutasi rekening.

“Sering kali UMKM tidak punya catatan. Uang hasil penjualan langsung dipakai untuk berbagai kebutuhan. Ketika ditanya omzetnya berapa, mereka sulit menjelaskan secara rinci. Kalau transaksi dilakukan secara digital, mutasi rekening bisa menjadi bukti bagaimana perputaran uang dalam usaha itu berlangsung,” jelasnya.

Selain itu, Acuviarta mengatakan digitalisasi juga memperluas konektivitas UMKM dengan ekosistem digital, termasuk marketplace yang kini didominasi pembayaran melalui QRIS, mobile banking, maupun internet banking.

“Pembayaran sekarang semuanya mengarah ke QRIS, internet banking, mobile banking. Saya kira ini sudah menjadi sebuah keharusan dalam transformasi teknologi bagi UMKM,” katanya.

Senada dengan itu, bagi Vinna, pemanfaatan layanan digital menjadi salah satu faktor yang membuat operasional Kopi Garta berjalan lebih efisien. Hal ini juga sejalan dengan konsep kedainya yang menyasar pelanggan dari kalangan mahasiswa dan pekerja dengan harga menu yang terjangkau, mulai dari Rp13.000 hingga Rp20.000.

Selain menyediakan kopi dan makanan ringan, Kopi Garta juga menawarkan fasilitas Wi-Fi, colokan listrik, dan ruang yang nyaman untuk belajar maupun bekerja.

Di luar pemanfaatan layanan digital, Pini juga merasakan manfaat dari pendampingan yang diberikan Rumah BUMN. Ia mengaku pernah mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari branding, marketing, selling, hingga pelatihan penyusunan pitch deck yang dinilainya sangat berkesan.

“Yang paling berkesan itu pelatihan pitch deck. Selama 10 hari benar-benar dilatih, skill-nya diasah dalam satu tema. Itu sangat membantu,” ungkapnya.

Menurut Vinna, program pendampingan seperti yang dilakukan Rumah BUMN sangat penting bagi pelaku UMKM karena memberikan tambahan pengetahuan sekaligus membuka peluang untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan usaha.

“Program-program Rumah BUMN sebenarnya bagus. Pelatihan-pelatihannya membantu buat UMKM berkembang,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap dukungan terhadap UMKM tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga kemudahan akses terhadap pembiayaan dan berbagai program pengembangan usaha.

“Harapannya, UMKM dipermudah dalam segala akses, termasuk kalau ada yang membutuhkan tambahan modal. Intinya dipermudah supaya usaha bisa terus berkembang,” tutup Vinna.E2

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi Rakyat

Ridzal Ramadan Temukan Kepercayaan Diri Lewat Peran sebagai Agen BRILink

BANDUNG, Bisnistoday - Bagi Ridzal Ramadan, menjadi Agen BRILink bukan sekadar melayani...

Ekonomi Rakyat

Sarmini Ceu Odah, Camilan Tradisional yang Lahir dari Ketidaksengajaan

BANDUNG, Bisnistoday - Berawal dari ketidaksengajaan, siapa yang menyangka Ai Mulyani (56)...

Ekonomi Rakyat

Desa Wantilan Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi, BUMDes Jawara Perkuat Pengelolaan Berbasis Masyarakat

KAB. SUBANG, Bisnistoday - Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, membuktikan masalah...

Ekonomi Rakyat

Bertahan Lewat Inovasi dan Digitalisasi, Kisah Eka Mengembangkan Usaha Telur Gabus Keju

BANDUNG, Bisnistoday - Ketergantungan pada penjualan musiman membuat Engkar Kardiah harus memutar...