BANDUNG, Bisnistoday – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan hubungan kerjanya dengan Wakil Wali Kota Bandung Erwin tetap berjalan dengan baik.
Menanggapi pernyataan Erwin yang mengaku jarang dilibatkan dalam pembahasan berbagai program strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Farhan menegaskan komunikasi dan koordinasi di lingkungan pemerintahan tetap berlangsung dengan baik.
Farhan mengakui penugasan kepada Wakil Wali Kota Bandung saat ini memang tidak lagi sebanyak pada awal masa pemerintahan. Namun, menurutnya kondisi tersebut bukan disebabkan adanya keretakan hubungan, melainkan karena sebagian pekerjaan kini telah berjalan sesuai mekanisme pemerintahan sehingga tidak lagi memerlukan penugasan khusus.
“Nanti saya ngobrol sama Pak Erwin. Pak Erwin juga yang saya tahu dari laporan-laporan, beliau masih bertemu dengan dinas apabila ada masalah yang mau diselesaikan. Beliau juga masih diundang ke acara-acara. Masihlah,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (6/7).
Farhan menjelaskan, pembagian tugas antara wali kota dan wakil wali kota mengacu pada ketentuan Kementerian Dalam Negeri. Dalam aturan tersebut, wakil kepala daerah menjalankan tugas yang diberikan oleh kepala daerah.
“Kalau pembagian tugas, pada dasarnya berdasarkan Permendagri bahwa tugas dari wakil kepala daerah diberikan oleh kepala daerah,” ujarnya.
Menurut Farhan, berkurangnya penugasan kepada Erwin merupakan bagian dari penyesuaian mekanisme kerja di lingkungan Pemkot Bandung. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan penugasan khusus kini telah berjalan sesuai sistem pemerintahan sehingga tidak lagi memerlukan penugasan khusus kepada wakil wali kota.
“Sejauh ini tugas yang diberikan memang tidak sebanyak dulu, karena sebagian sudah berjalan dengan sendirinya,” ucapnya.
Farhan juga memastikan tidak ada kendala dalam komunikasi maupun koordinasi dengan Erwin. Ia menyebut komunikasi antara wali kota dan wakil wali kota dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan pemerintahan.
“Alhamdulillah soal komunikasi baik. Kalau komunikasi bisa kapan saja dengan Pak Wakil,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku hampir tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan berbagai program strategis Pemerintah Kota Bandung sejak dilantik.
Erwin menyebut dirinya tidak pernah diajak membahas APBD, pergeseran anggaran, rotasi dan mutasi pejabat, hingga pelaksanaan program kerja. Meski demikian, ia menegaskan tetap siap bersinergi dengan Wali Kota Bandung dalam menjalankan pemerintahan.
Menurut Erwin, minimnya pelibatan tersebut telah berlangsung sejak awal dirinya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung. Ia mengungkapkan, setelah pelantikan hanya beberapa kali mengikuti pertemuan bersama wali kota, sementara pembahasan berbagai kebijakan strategis hampir seluruhnya tidak melibatkan dirinya.
“Terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak oleh wali kota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, APBD, program kerja Kota Bandung, rotasi mutasi, saya belum pernah diajak. Kemarin terakhir saya diajak rapat pimpinan, itu pun saya tidak bicara apa-apa,” kata Erwin.
Erwin menilai kondisi tersebut membuat dirinya belum mengetahui sejauh mana realisasi program maupun janji politik yang diusung bersama saat Pilkada berjalan sesuai rencana.
“Saya juga ingin mengawal janji politik kita kepada masyarakat. Apakah ini berjalan sesuai RPJMD atau tidak, saya belum tahu juga. Saya belum tahu karena memang tidak pernah diajak membahas program kerja,” katanya.
Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan masukan kepada Wali Kota Bandung terkait jalannya pemerintahan. Namun hingga kini, dirinya belum pernah dilibatkan dalam pembahasan program-program strategis sehingga memilih fokus menjalankan tugas sesuai tupoksinya sebagai wakil wali kota.
“Saya sudah berkali-kali memberi masukan. Cuma mungkin kewenangannya di Pak Wali dan Pak Sekda. Selama ini saya belum pernah diajak bicara soal program kerja,” ungkapnya.
Erwin menegaskan tetap menjalankan setiap amanah yang diberikan kepadanya. Saat dipercaya memimpin Satuan Tugas Khusus (Satgasus), ia mengaku fokus menangani berbagai persoalan, mulai dari peredaran minuman keras, reklame liar, hingga praktik prostitusi.
“Selama ditugaskan saya menjalankan sesuai tupoksi. Sekarang katanya sudah diserahkan kepada Sekda. Tapi kalau ada persoalan, insyaallah saya tetap akan turun membantu,” ucapnya.
Erwin juga mengungkapkan komunikasi dengan Wali Kota Bandung nyaris tidak berjalan. Menurutnya, percakapan terakhir hanya terjadi saat rapat pimpinan beberapa waktu lalu.
“Sampai saat ini saya belum komunikasi. Terakhir waktu rapat pimpinan sempat ngobrol sebentar, setelah itu belum komunikasi lagi,” katanya.
Meski mengaku jarang dilibatkan, Erwin berharap hubungan kerja dengan Wali Kota Bandung dapat kembali terjalin dengan baik demi kepentingan masyarakat.
“Saya berharap kita bisa guyub, bisa kolaborasi. Saya ini seorang wakil, tentunya punya tugas mewakili. Cuma saat ini saya juga jarang dikasih tugas oleh Pak Wali,” ungkapnya.
Erwin menilai hubungan antara wali kota dan wakil wali kota semestinya berjalan saling melengkapi. Ia bahkan mengutip penggalan ayat Al-Quran yang mengibaratkan hubungan keduanya layaknya suami dan istri.
“Saya sudah mengingatkan kepada Pak Wali bahwa wali kota dan wakil itu seperti suami istri, harus saling melengkapi. Mudah-mudahan ke depan kami bisa kembali bersinergi untuk Kota Bandung,” pungkasnya.E2








































