JAKARTA, Bisnistoday – Kedisiplinan dan kolektivitas permainan membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Meski cuma satu gol, mereka sukses mempermalukan sang juara bertahan Argentina di final, dini hari tadi.
Spanyol tidak lagi harus mengenang tahun 2010 sebagai pencapaian sekali seumur hidup. Tim Luis de la Fuente menulis periode emasnya sendiri di Stadion MetLife, mengalahkan Lionel Messi dkk, untuk merebut gelar Piala Dunia kedua mereka.
Ferran Torres mencetak gol di awal babak kedua perpanjangan waktu, sebuah gol yang terasa sangat pantas. Spanyol mendominasi sepanjang laga, sementara Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Skor akhir bisa lebih meyakinkan jika bukan karena penampilan luar biasa dari kiper Emiliano “Dibu” Martínez.
De la Fuente tetap konsisten dengan menurunkan susunan pemain inti yang sama seperti yang digunakannya dalam dua pertandingan sebelumnya. Lamine Yamal dan Pedro Porro, yang keduanya diragukan kebugarannya sebelum pertandingan dimulai, dimasukkan sejak awal.
Yamal lah yang menciptakan peluang besar pertama dalam pertandingan tersebut. Setelah kerja sama apik dengan Dani Olmo, yang sekali lagi tampil gemilang dalam perannya sebagai gelandang serang, pemain sayap Barcelona itu melepaskan tembakan ke gawang, tetapi Lisandro Martínez dan Dibu Martínez bekerja sama untuk mencegah Spanyol unggul sebelum lima menit pertandingan berjalan.
Main Kasar
Argentina menghabiskan sebagian besar babak pertama di bawah tekanan. Spanyol yang juara pada 2010, mengontrol penguasaan bola, memaksa para pemain Albiceleste kelimpungan mengejar bola. Frustrasi mulai terlihat. Alexis Mac Allister lolos dari kartu kuning sebelum menit ke-15 setelah tekel keras terhadap Olmo.
Argentina terus bermain dengan hati-hati, dan kartu kuning pertama baru datang pada menit ke-40, ketika Lisandro Martinez mendapat peringatan sebelum kemudian meninggalkan pertandingan karena cedera.
Tim asuhan Lionel Scaloni melewati babak pertama tanpa menghasilkan satu pun tembakan atau menciptakan peluang mencetak gol. Namun, Spanyol, meskipun mendominasi penguasaan bola, juga kesulitan menciptakan peluang yang jelas. Mikel Oyarzabal menguji kiper dengan tendangan dari luar kotak penalti, sementara Marc Cucurella melepaskan tembakan rendah yang sedikit melenceng dari tiang jauh.
Baca juga: Spanyol, Tim dengan Pertahanan Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Di babak kedua, Messi bergeser ke sayap kanan untuk mencari ruang, sementara Scaloni memasukkan Leandro Paredes untuk mengimbangi lini tengah. Namun, kontribusi pertamanya justru adalah pelanggaran keras terhadap Rodri, yang langsung membuatnya mendapat kartu kuning.
Spanyol tetap memegang kendali penuh. Olmo terus mengancam dari posisi yang dalam, dan salah satu umpan silangnya hampir menemukan Cucurella sebelum Argentina menghalau bahaya. Gelandang serang itu juga menguji Dibu Martinez dari luar kotak penalti, namun kiper Aston Villa itu menepis tembakan tersebut menjadi tendangan sudut.
Tak lama kemudian, Ferran Torres melompat untuk menyambut umpan silang dari Lamine Yamal, namun sekali lagi digagalkan oleh kiper Argentina yang luar biasa, yang menjadi figur penentu di babak kedua.
Aksi Martinez
Intensitas pertandingan meningkat drastis menjelang akhir waktu normal. Enzo Fernandez diusir keluar lapangan pada waktu tambahan setelah melanggar Cubarsi, dan perpanjangan waktu tampaknya tak terhindarkan. Spanyol masih memiliki satu peluang terakhir sebelum peluit akhir berbunyi, ketika Yamal melepaskan tendangan bebas yang luar biasa ke arah sudut gawang, tetapi Martinez kembali melakukan penyelamatan spektakuler.
Kiper Argentina itu melanjutkan aksi heroiknya hingga perpanjangan waktu, dengan menepis sundulan Nico Williams. Williams mencetak gol beberapa saat kemudian, tetapi wasit membatalkan gol tersebut karena menganggap Mikel Merino telah melakukan pelanggaran terhadap Nicolas Otamendi.
Hanya beberapa menit memasuki babak kedua perpanjangan waktu,Williams menunjukkan tekad luar biasa untuk menjaga bola lambung tetap dalam permainan di dekat garis akhir. Ia dengan cerdik mengarahkan bola ke belakang ke arah Ferran Torres, yang datang dengan kecepatan penuh dan mencetak gol dengan kaki kirinya.
Itu menjadi gol terpenting dalam kariernya karena menjadi satu-satunya yang ia lesakkan sepanjang turnamen ini. Namun, istimewanya, itu terjadi di momen yang tepat, saat jutaan pendukung La Roja membutuhkannya.
Mulai hari ini, bintang dua telah disematkan pada lambang tim nasional Spanyol dan secara permanen tertulis dalam sejarah sepak bola negara itu.//







































