JAKARTA, Bisnistoday – Hanya berselang 10 hari setelah impiannya membawa Argentina untuk mempertahankan gelar Piala Dunia kandas akibat kekalahan dramatis 1-0 dari Spanyol, Lionel Messi kembali berlatih bersama Inter Miami. Momen ini menandai dimulainya babak baru setelah salah satu turnamen paling emosional dalam kariernya yang luar biasa.
Absennya Messi sempat terasa dampaknya, meskipun performa Inter Miami tidak banyak terganggu. Pemain yang dua kali berturut-turut meraih gelar Most Valuable Player (MVP) Major League Soccer (MLS) ini, absen pada dua pertandingan pembuka pasca-jeda Piala Dunia melawan Chicago Fire dan CF Montréal.
Namun, Miami tetap melanjutkan tren impresif mereka dengan memenangkan kedua laga tersebut, memperpanjang rekor kemenangan beruntun menjadi enam pertandingan dan memperkokoh posisi mereka di jajaran elite liga sepak bola (MLS).
Pemain berusia 39 tahun itu juga memilih untuk tidak berpartisipasi dalam laga All-Star MLS melawan Liga MX di Charlotte, dan lebih memilih menghabiskan waktu berharga bersama ayahnya, Jorge Messi.
Selama Piala Dunia berlangsung, keluarga Messi mengungkapkan bahwa Jorge sedang berjuang melawan penyakit yang tidak dipublikasikan. Hal ini menjadikan masa jeda tersebut momen yang sangat personal bagi sang kapten Argentina, setelah berminggu-minggu menjalani kompetisi sengit di panggung sepak bola terbesar dunia.
Meski Argentina gagal mencetak sejarah, Messi sekali lagi membuktikan mengapa ia tetap menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia sepak bola.
Tampil di Piala Dunia untuk keenam kalinya yang merupakan sebuah rekor tersendiri, ia mengakhiri turnamen dengan torehan delapan gol dan empat assist.
Dalam perjalanannya, Messi menorehkan pencapaian penting lainnya dalam karier luar biasanya dengan melampaui rekor gol Piala Dunia sepanjang masa milik Miroslav Klose; dengan mencetak gol ke-17-nya saat laga kedua fase grup Argentina.
Namun, pada akhir turnamen, Kylian Mbappé dari Prancis berhasil menyalip perolehan tersebut dengan total 22 gol Piala Dunia sepanjang kariernya dibandingkan dengan 21 gol milik Messi—sebuah momen simbolis estafet tongkat kepemimpinan antara dua generasi hebat sepak bola.
Kini, fokus Messi kembali beralih fokus ke MLS. Meskipun klubnya belum memastikan apakah Messi akan tampil dalam laga kandang hari Sabtu melawan Columbus Crew, kembalinya ia sesi latihan memberikan harapan baru bagi para pendukung Miami bahwa sosok yang menjadi daya tarik utama liga ini, akan segera kembali beraksi di lapangan.
Isu mundur
Isu mengenai masa depan Messi sempat muncul usai gelaran Piala Dunia. Beredar kabar turnamen tersebut akan menjadi akhir dari karier internasionalnya—atau bahkan babak penutup dalam perjalanan karier sepak bola profesionalnya. Namun, kembalinya ia ke Miami mengisyaratkan bahwa sang penyerang legendaris ini masih memiliki misi yang belum tuntas.
Setelah menjalani perjalanan karier yang membawanya dari Barcelona ke Paris Saint-Germain dan kini ke Miami, Messi terus mendefinisikan ulang makna umur panjang dalam berkarier di level tertinggi. Dengan delapan gelar Ballon d’Or dan sederet rekor yang tak terhitung jumlahnya, setiap penampilannya kini memiliki nilai sejarah yang besar.
Bagi Miami, kembalinya Messi bukan sekadar comeback-nya seorang pemain bintang. Ini adalah kembalinya seorang pemimpin, ikon global, dan pesepak bola yang kisahnya terus memikat hati para penggemar di seluruh dunia.//



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)





















