PEKANBARU, Bisnistoday – Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) terbuka dalam penerapan teknologi baru dalam pengembangan industri perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan. Hal ini mengemukan dalam pagelaran Bisnis Forum Kemitraan Sawit 2025 di Pekanbaru Provinsi Riau, baru-baru ini.
Ketua Dewan Pengawas Aspekpir, Rusman Heriawan mengutarakan, kegiatan kemitraan bisnis ini menampilkan berbagai teknologi baru yang lebih ramah lingkungan. “Ini merupakan bentuk komitmen kita bersama untuk memastikan bahwa pengembangan kelapa sawit tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan,” tuturnya di Pekanbaru, Jumat (29/8).
Lebih lanjut Rusman mengatakan, saat ini Aspekpir menaungi sekitar 800.000 hektare dari total 16 juta hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Tentu, kemitraan antara Aspekpir dan perusahaan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kemajuan sektor sawit nasional.
Sementara, Ketua Umum Gapki Eddy Martono menuturkan, kegiatan Bisnis Forum Kemitraan Sawit 2025 merupakan kegiatan yang penting untuk mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit melalui jalur kemitraan.
“Petani PIR memiliki peran yang cukup penting, termasuk juga Aspek-Pir yang menaungi para petani plasma tersebut. Kegiatan ini juga langkah yang tepat di situasi produksi perkebunan yang masih stagnan,” katanya.
Eddy berharap industri kelapa sawit ini harus ditata dengan baik dan dijaga. Kendati begitu, Eddy mengaku prihatin lantaran ada 37 kementrian dan lembaga yang mengelola perkebunan kelapa sawit justru kalau dengan negara Malaysia yang hanya memiliki satu lembaga namun produksi kebun kelapa sawitnya lebih besar.
Penyelamat Perekonomian Nasional
Menurut Eddy, perkebunan sawit sangat luar biasa untuk indonesia. Namun masih banyak belum disadari oleh masyarakat yang terpapar kampanye negatif. Perkebunan kelapa sawit beberapa kali pernah menyelamatkan perekonomian Indonesia. Seperti ketika krisis 1998, krisis AS hingga krisis Covid-19 yang baru terlewati.
Kegiatan yang didukung oleh IAS Global, PT Bio Sarana Indonesia (BSI), Bio Industri Nusantara (Bionusa) dan PT Restoe Bumi Lestari mendapatkan dukungan dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Riau serta PTPN IV Regional III Riau.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh perkebunan sawit seperti Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono, Ketua Umum Gapki Eddy Martono yang hadir menjadi keynote speker bersama SEVP Business Support PTPN IV Regional III Riau Bambang Budi Santoso, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia Rusman Heriawan serta Ketua Gapki Riau Lichwan Hartono./

