www.bisnistoday.co.id
Jumat , 23 Februari 2024
Home BURSA & KORPORASI Aksi Jual Asing Berlanjut, IHSG Kembali Melemah
BURSA & KORPORASI

Aksi Jual Asing Berlanjut, IHSG Kembali Melemah

IHSG kembali ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Aksi jual oleh investor asing kembali mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/3). Akibatnya, IHSG pun ditutup melemah 85,92 poin ke posisi 6.985,52, sementara indeks LQ45 juga turun 14,19 poin ke posisi 902,79.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardhiastama mengatakan, pelaku pasar masih mencermati dampak dari kenaikan yield obligasi Amerikan yang saat ini berada di 1,7 persen. Hal ini menjadi kekhawatiran dimana aksi jual investor asing telah berlangsung hingga saat ini.

Selain itu, musim dividen dinilai belum dapat menahan laju aliran modal keluar. Rendahnya imbal hasil dan dividen per saham sebagai dampak dari melambatnya kinerja keuangan, dinilai menjadi alasan masifnya aliran modal keluar. “Hal tersebut menjadi trigger terhadap penurunan IHSG hari ini,” kata Okie di Jakarta, Rabu (313).

Sementara itu, analis Foster Asset Management, Suharto mengatakan selain kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, pelemahan IHSG juga dipengaruhi sentimen domestik. “BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) sebagai salah satu investor institusi besar, dikabarkan akan mengurangi investasinya di saham maupun reksa dana,” ujarnya.

Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 2,91 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor keuangan masing-masing minus 2,34 persen dan minus 2,26 persen. Sedangkan satu sektor naik yaitu sektor infrastruktur sebesar 0,41 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” sebesar Rp1,11 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.067.545 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,43 miliar lembar saham senilai Rp12,17 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 396 saham menurun, dan 120 saham tidak bergerak nilainya.

Kembali Melemah

Hal sama juga terjadi pada kurs rupiah.Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank juga ditutup melemah seiring masih tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp14.525 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.480 per dolar AS.

“Dolar menguat terhadap mata uang utama, karena percepatan vaksinasi AS dan rencana paket stimulus utama memicu ekspektasi inflasi dan meningkatkan imbal hasil obligasi,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

PT WILMAR Padi Indonesia

SOROTAN BISNISTODAY

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASI

Network dan Standarisasi Pelabuhan, Tugas Utama Pelindo

JAKARTA, Bisnistoday, Direktur Utama PT Pelindo, Arif Suhartono mengatakan per 1 Oktober...

BursaBURSA & KORPORASI

Green Bond BNI Sukses Tekan Dampak Emisi Gas Rumah Kaca

JAKARTA, Bisnistoday - Sebagai salah satu bank milik negara yang menjadi motor...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Garuda Uji Coba Bioavatur pada Mesin Pesawat B737-800 NG

JAKARTA, Bisnistoday – Maskapai nasional Garuda Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam berperan...

BursaBURSA & KORPORASI

IPO RMKO Oversubscribed 166,02 Kali

JAKARTA, Bisnistoday - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ), resmi melaksanakan...