www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Antisipasi Dampak Kebijakan AS, Wamendag Roro Memilih Pendekatan Diplomasi
Ekonomi & Bisnis

Antisipasi Dampak Kebijakan AS, Wamendag Roro Memilih Pendekatan Diplomasi

WAMENDAG RI, Dyah Roro Esti di Jakarta, baru-baru ini./
WAMENDAG, Dyah Roro Esti./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia siap mengantisipasi dampak kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kemendag akan menempuh langkah-langkah terstruktur dan konstruktif dalam menghadapi situasi gejolak perdagangan global.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam “Quarterly Webinar Series 1: Memahami Dampak Kebijakan Tarif Trump Terhadap Indonesia” yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Queensland secara daring, Rabu (21/5).

Wamendag Roro menuturkan, pertama, Indonesia akan menggunakan pendekatan diplomatik di mana Indonesia dan AS telah sepakat untuk menyusun suatu kerangka kerja (framework) dalam jangka waktu 60 hari ke depan yang akan dibahas melalui 2-3 putaran perundingan.

Selain mengutamakan diplomasi perdagangan dengan AS, menurut Roro, langkah kedua yang dilakukan Indonesia yaitu mendorong solidaritas regional ASEAN. Komunitas ASEAN harus bertindak sebagai satu kesatuan agar pengaruh ASEAN tetap kuat di platform global. Untuk itu, Indonesia mendukung Malaysia selaku Ketua ASEAN untuk memulai dialog regional ASEAN dengan AS.

“Sebelum diumumkannya kebijakan tarif resiprokal, Indonesia telah mengusulkan penyusunan non- paper dalam pertemuan ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Retreat di Johor, Malaysia (28/2) untuk mengantisipasi kebijakan tarif AS. Usulan tersebut menekankan pentingnya sentralitas ASEAN di tengah ketegangan perdagangan global,” terang Wamendag Roro.

Selanjutnya, Wamendag Roro menjelaskan langkah ketiga yang ditempuh Pemerintah Indonesia yaitu melakukan diversifikasi pasar ekspor dengan mempercepat penyelesaian 16 perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA).

Adapun beberapa perjanjian perdagangan yang menjadi prioritas antara lain Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA), Indonesia-Peru CEPA, dan Indonesia-EU CEPA. Berikutnya, Perjanjian Preferensi Perdagangan Indonesia-Iran (Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement/PTA) dan Indonesia-Tunisia PTA.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Harga Emas
Ekonomi & Bisnis

Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi Emas Naik pada Awal Mei 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga...

Dirjen Intram
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Biaya Logistik Masih Tinggi, Kemenhub Genjot Multimoda dan Digitalisasi

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda...

Dirut Jasa Marga
Ekonomi & Bisnis

Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mengawali tahun 2026...

Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo
Ekonomi & Bisnis

Percepat Realisasi PSR, RSI Usul Pemberdayaan Petani Sawit

JAKARTA - Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto mengusulkan sejumlah...