www.bisnistoday.co.id
Rabu , 1 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi Emas Naik pada Awal Mei 2026
Ekonomi & Bisnis

Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi Emas Naik pada Awal Mei 2026

Harga Emas
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode pertama Mei 2026. Nilai HPE emas meningkat menjadi USD 153.194,87 per kilogram, sementara HR emas naik dari USD 4.589,33 per troy ounce (t oz) menjadi USD 4.764,90 per t oz.

Ketentuan tersebut ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1030 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, yang berlaku untuk periode 1–14 Mei 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menyampaikan, peningkatan HPE dan HR emas dipengaruhi oleh fase rebound harga setelah koreksi pada akhir Maret 2026. Kondisi ini didukung oleh meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.

“Selama periode pengumpulan data, harga emas naik sebesar 3,83 persen. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, serta fase rebound setelah koreksi pada akhir Maret 2026. Selain itu, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global turut memberikan sentimen positif bagi investor sehingga mendorong penguatan harga emas dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Tommy.

HPE dan HR komoditas emas ditetapkan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada harga pasar internasional. Harga emas merujuk pada London Bullion Market Association (LBMA).

“Proses penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Koordinasi ini memastikan kebijakan HPE dan HR dilakukan secara transparan dan sesuai dengan dinamika pasar,” ujar Tommy./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Pengamat: Literasi Keuangan Digital Jadi Kunci Pemerataan Inklusi Keuangan, BRI Perkuat Edukasi Nasabah

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerataan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat,...

Pekerja Pabrik
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

“Stakeholders” Industri Berkumpul Cari Solusi Atasi Krisis Gas

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah...

Suporter Maroko saat di Piala Dunia Qatar 2022 (Dok:Aljazeera)
Ekonomi & Bisnis

Maskapai di Maroko Tawarkan Tiket Khusus untuk Suporter

JAKARTA, Bisnistoday – Keberhasilan Tim Nasional Maroko melaju ke babak 32 besar...

Pameran Industri
Ekonomi & Bisnis

HIPELKI 2026: Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Mempercepat Adopsi Inovasi Kesehatan

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi kesehatan, namun...