BOGOR, Bisnistoday – Komunitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah mendesak pemerintah untuk meningkatkan sinergi usahanya dengan pelaku industri besar. Hal tersebut untuk mempercepat lahirnya para usahawan mikro naik kelas.
“Ekonomi rakyat UMKM harus dikopelkan (sinergikan) dengan industri, investasi dan hilirisasi. Dikolaborasikan dengan pemerintah dan swasta, baik dalam negeri maupun global,” ungkap Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia, Ali Mahsun Atmo, saat menggelar Deklarasi UMKM di Puncak Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12).
Menurutnya, ekonomi rakyat UMKM harus dikelola dengan baik dan benar, fokus dan totalitas melalui satu rumah, satu data integrasi dengan pendampingan dari hulu hingga hilir.” Menjemput bonus demografi 2030 nanti, tentunya kita semua tidak ingin terjadi ledakan pengangguran,” cetusnya.
Ali mengatakan, Indonesia dituntut mencetak 100 juta ekonomi rakyat UMKM yang kompetitif dan unggul sebagai prasyarat sukses menjemput puncak bonus demografi 2030 dan transformasi jadi negara maju 2045. “Ketika gagal akan terjadi malapetaka di negeri ini. Pengangguran dan kemiskinan membludak dimana-mana bahkan kelaparan massal jadi ancaman serius eksistensi NKRI.”
Menurut peggiat UMKM ini, pemerintah harus mendorong penerapan teknologi dan digitalisasi tepat guna untuk usaha kerakyatan. Lebih dari itu, negara harus hadir totalitas berpihak ke ekonomi rakyat UMKM.
“Pada hari ini Sabtu 28 Desember 2024 di Rest Area Gunung Mas Puncak Bogor Jawa Barat, kami meminta keadilan dan kesejahtetaan, masyarakat adil dan makmur, serta negara maju dan adidaya bisa terwujud atas kehendak dan ridho Tuhan YME., Allah SWT,” tutur Ali Mahsun ATMO yang juga Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) dan Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI).
Ali menambahkan, bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, perlunya satu rumah, serta satu data terintegrasi untuk mendorong UMKM unggul. Apalagi, pemerintah juga program khsusus swasembada pangan 2027-2028. “Peran UMKM harus dioptimalkan untuk merealisasika program kemandirian pangan,” ujarnya./


















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















