Press "Enter" to skip to content

Asing Lakukan Aksi Beli, IHSG Menguat

IHSG pada perdagangan Kamis (23/9) ditutup menguat, sementara rupiah stagnen
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Investor asing kembali melakukan aksi beli. Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (23/9) menguat 34,45 poin ke posisi 6.142,71. Sementara indeks LQ45 naik 3,33 poin ke posisi 865,51.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebut, pergerakan pasar saham Asia bergerak di jalur menguat. Hal ini seiring adanya komunikasi The Fed yang dinilai oleh pelaku pasar dan investor lebih baik dalam memberi sinyal akan dilakukan tapering sejak jauh hari sehingga ini memberikan transparansi dan ketenangan bagi pasar.

Sentimen positif lainnya, yakni meredanya ketegangan seputar raksasa pengembang properti China, Evergrande Group. Evergrande setuju untuk menyelesaikan pembayaran bunga pada obligasi domestik, sementara Bank Sentral China menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem perbankan.

Sementara dari dalam negeri, dukungan sentimen eksternal dan meningkatnya realisasi penerimaan pajak memberikan katalis positif bagi IHSG.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan realisasi penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2021 sebesar Rp741,3 triliun atau tumbuh 9,5 persen dibandingkan Agustus 2020. Realisasi tersebut setara dengan 60,3 persen dari pagu Rp1.229,59 triliun dan menunjukkan angka perbaikan seiring dengan penerapan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang makin menurun.

Dengan demikian defisit APBN hingga akhir Agustus 2021 mencapai Rp383,2 triliun. Defisit tersebut setara dengan 2,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal itu menunjukkan kondisi keuangan negara berangsur-angsur mengalami perbaikan.

Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi yaitu 2,19 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan masing-masing 1,77 persen dan 1,29 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu 1,96 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor infrastruktur masing-masing turun 1,33 persen dan 0,77 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp871,18 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.513.627 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,28 miliar lembar saham senilai Rp13,27 triliun. Sebanyak 260 saham naik, 257 saham menurun, dan 146 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Hang Seng menguat 289,44 poin atau 1,19 persen ke 24.510,98, Indeks Shanghai naik 13,73 poin atau 0,38 persen ke 3.642,22, dan Indeks Straits Times meningkat 34,51 poin atau 1,13 persen ke 3.082,56.

Rupiah Stagnan

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup stagnan alias sama dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.243 per dolar AS.

“Dolar AS menguat setelah The Federal Reserve menetapkan tahapan baru untuk kenaikan suku bunga pada tahun depan, yang mana ini lebih cepat dari perkiraan pasar,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya.

The Fed semalam tidak mengubah level suku bunga acuan atau sesuai dengan perkiraan pasar, serta juga tidak mengumumkan waktu dimulainya pemangkasan pembelian aset.

Namun, The Fed menyatakan bahwa moderasi laju pembelian aset mungkin akan segera dibenarkan dan Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa para anggota dewan yakin pemangkasan pembelian aset dapat berakhir sekitar pertengahan 2022, yang membuka jalan untuk kenaikan suku bunga setelah itu.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.245 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.240 per dolar AS hingga Rp14.262 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp14.256 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.249 per dolar AS./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *