www.bisnistoday.co.id
Kamis , 24 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Awal Pekan IHSG dan Kurs Rupiah Merosot
Bursa

Awal Pekan IHSG dan Kurs Rupiah Merosot

IHSG melemah
IHSG dan rupiah pada perdagangan Jumat (14/06) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (01/04) ditutup melemah 87,75 poin ke posisi 7.205,06. Sementara indeks LQ45 turun 16,88 ke posisi 969,07.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebut, sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) tampaknya masih menjadi perhatian pasar, yang saat ini sudah ada pada agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli, dimana mencuat beberapa nama menteri yang akan menjadi saksi.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Maret 2024 sebesar 0,52 persen, yang mana inflasi disebabkan Inflasi Ramadhan seiring makanan, minuman dan tembakau serta transportasi.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor barang baku sebesar 0,32 persen.

Sedangkan sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor keuangan turun paling dalam minus 2,70 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatan yang masing-masing minus 1,57 persen dan 1,56 persen.

Baca juga: Pasar Cermati Kondisi Politik, IHSG Melemah

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FWCT, SLIS, COCO, GPSO dan GJTL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni WIIM, ELIT, PSAB, BAIK, dan LMAX.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.253.544 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,90 miliar lembar saham senilai Rp11,48 triliun. Sebanyak 167 saham naik, 455 saham menurun, dan 167 tidak bergerak nilainya.

Rupiah Merosot

Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS di awal pekan ditutup merosot karena rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat (AS) yang naik sehingga mengindikasikan tren inflasi yang berkelanjutan.

Kurs rupiah ditutup melemah 38 poin atau 0,24 persen menjadi Rp15.895 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.857 per dolar AS.

“Nilai rupiah pada hari ini masih cenderung melemah dan dolar AS lebih condong meneruskan tren kenaikannya terhadap rupiah, hal ini juga didukung oleh perilisan angka inflasi Amerika Serikat yang diukur dengan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi,” kata analis Finex Brahmantya Himawan seperti dikutif Antara.

PCE Inti berfluktuasi, naik 2,8 persen periode tahunan dan 0,3 persen untuk periode bulanan. Angka tersebut menunjukkan tren inflasi yang berkelanjutan, yang berpotensi membuat bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) menahan diri sebelum mulai menurunkan suku bunga tahun ini. Kondisi ini selanjutnya memberi sentimen positif terhadap mata uang dolar AS.

Meski kurs rupiah terbebani oleh dolar AS, saat ini masih ada sentimen positif dari dalam negeri yaitu hari Lebaran karena akan ada banyak orang yang menerima tunjangan hari raya (THR) dan membelanjakan uangnya saat menjelang Lebaran.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis dengan pemberian THR 100 persen dan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdampak positif, karena akan memicu minat konsumsi dalam negeri di hari menuju Lebaran dan pasca-Lebaran nanti.

Minat konsumsi akan menjadikan perputaran rupiah tinggi yang berdampak terhadap nilai penguatan mata uang rupiah.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin turun ke level Rp15.909 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.873 per dolar AS./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...