JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (20/05) ditutup melemah 61,82 poin ke posisi 7.255,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,78 poin ke posisi 907,71.
Pengumuman Bank Indonesia tentang capital inflow tak memberi sentimen positif pasar. Bank Indonesia (BI) melaporkan hingga pekan ketiga Mei 2024 aliran modal asing masuk ke dalam negeri (capital inflow) sebesar Rp22,06 triliun ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), pasar saham, serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Dengan masuk aliran modal asing ke dalam negeri tentunya ini memberikan kepercayaan bagaimana ekonomi dalam negeri menarik bagi para investor untuk berinvestasi dan juga masuknya dana asing dari pasar keuangan domestik, premi risiko investasi Indonesia mengalami penurunan.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat yaitu dipimpin sektor energi sebesar 0,85 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang baku yang masing-masing naik 0,71 persen dan 0,41 persen.
Sedangkan enam sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan turun paling dalam minus 1,67 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen barang konsumen non primer yang minus 1,50 persen dan minus 0,69 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AREA, SBMA, PPRI, NASI dan OPMS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOLA, ATLA, MHKI, SSIA dan BRPT.
Baca juga: IHSG dan Rupiah Melemah
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.270.306 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,48 miliar lembar saham senilai Rp13,51 triliun. Sebanyak 266 saham naik, 290 saham menurun, dan 227 tidak bergerak nilainya.
Rupiah Melemah
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin ditutup melemah di tengah defisit transaksi berjalan Indonesia. Kurs rupiah tergelincir 23 poin atau 0,14 persen menjadi Rp15.978 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.955 per dolar AS.
“Pelemahan rupiah hari ini lebih dipengaruhi oleh data neraca pembayaran Indonesia triwulan I-2024 yang mengalami defisit terutama defisit pada neraca berjalan yang lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova seperti dikutif Antara.
Pada triwulan I-2024, transaksi berjalan mencatat defisit 2,2 miliar dolar AS atau 0,6 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit 1,1 miliar dolar AS atau 0,3 persen dari PDB pada triwulan IV-2023.
Neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2024 mencatat defisit 6,0 miliar dolar AS dan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2024 tercatat tetap tinggi sebesar 140,4 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Dari faktor eksternal, pelaku pasar menunggu Federal Open Market Committee (FOMC) minutes dan data klaim pengangguran AS yang akan dirilis Kamis pekan ini.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin turun ke level Rp15.980 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.978 per dolar AS./







































