www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 12 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Awal Pekan IHSG Ditutup Melemah
Bursa

Awal Pekan IHSG Ditutup Melemah

ihsg melemah
IHSG pada perdagangan Rabu (24/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan, Senin (18/03) ditutup melemah 25,59 poin ke posisi 7.302,45. Sementara indeks LQ45 ditutup turun 3,86 poin ke posisi 993,59.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebut, dari dari dalam negeri, pasar bersikap wait and see menantikan hasil rekapitulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang batas rekapitulasinya sampai 20 Maret 2024.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 1,14 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik 0,68 persen dan 0,43 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus 0,45 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang masing-masing minus 0,44 persen dan 0,30 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu GTRA, GPSO, JARR, NICE dan HUMI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni IOTF, KICI, DGNS, FIRE, dan CUAN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.196.201 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,85 miliar lembar saham senilai Rp9,67 triliun. Sebanyak 266 saham naik, 256 saham menurun, dan 252 tidak bergerak nilainya.

Analis pasar modal dari Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia, Lionel Priyadi mengatakan pelaku pasar saham masih mencermati arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dan Bank Indonesia (BI).

“Yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar adalah rilis dot plot The Fed setelah reakselerasi inflasi di bulan Januari dan Februari,” ujar Lionel seperti dikutif Antara.

Baca juga: Perdagangan Akhir Pekan, IHSG Merosot Tajam

Lionel menyebutkan bahwa pelaku pasar juga menantikan guidance dari BI terkait kapan akan memulai pemangkasan suku bunga acuan yaitu antara kuartal II-2024 atau kuartal III-2024, serta outlook inflasi pada tahun ini.

Lionel memperkirakan The Fed maupun BI masih akan menahan tingkat suku bunga acuannya dalam pertemuan mereka pada Selasa (19/03) dan Rabu (20/03) pekan ini. “Menurut saya, The Fed maupun BI masih akan menahan kenaikan suku bunga bulan ini,” ujarnya.

Rupiah Melemah

Sementara itu, di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah di tengah pasar mewaspadai sentimen hawkish (berlawanan dengan harapan pasar) dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed terkait kebijakan suku bunga acuannya atau Fed Funds Rate (FFR).

Pada akhir perdagangan Senin, kurs rupiah merosot 92 poin atau 0,59 persen menjadi Rp15.691 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.599 per dolar AS.

“Data inflasi AS yang kuat pada pekan lalu membuat para pedagang waspada terhadap sentimen hawkish dari The Fed,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

 

Ibrahim menuturkan meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah, setiap sinyal mengenai rencana penurunan suku bunga pada tahun 2024 akan diawasi dengan ketat.

 

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin turun ke level Rp15.672 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.624 per dolar AS./

 

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...