JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (29/04) ditutup menguat 119,69 poin ke posisi 7.155,77. Sementara indeks LQ45naik 16,57 ke posisi 915,35.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (29/04) menyebut, pada perdagangan hari ini, bursa Asia didominasi penguatan menjelang pertemuan kebijakan suku bunga The Fed pada pekan ini.
Suku bunga The Fed diperkirakan tidak berubah pada level 5,25 sampai 5,5 persen dan baru dilakukan pemangkasan pada September ataupun Desember 2024.
Dari Eropa, para pelaku pasar menanti rilisnya Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I- 2024 dan inflasi tahunan untuk periode April 2024.
Dari dalam negeri, IHSG menguat setelah mengalami koreksi yang cukup dalam selama dua hari terakhir perdagangan pada pekan lalu, serta penguatan disertai dengan Foreign Direct Investment (FDI) tahunan kuartal I yang naik menjadi 15,5 persen (yoy), setelah sebelumnya tercatat sebesar 5,3 persen (yoy).
Kenaikan FDI tentu memberi kabar baik bahwa investasi asing mulai bertumbuh kembali meskipun ketidakstabilan perekonomian masih menghantui.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dipimpin sektor kesehatan yang naik 4,33 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 2,46 persen dan 2,35 persen.
Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor transportasi & logistik yang minus 0,76 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu HILL, HEAL, LEAD,CUAN dan BTPS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni IOTF, IKPM, SMLE, UVCR, dan NIKL.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.051.856 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,14 miliar lembar saham senilai Rp13,75 triliun. Sebanyak 304 saham naik, 257 saham menurun, dan 221 tidak bergerak nilainya.
Baca juga: Pasar Sambut Positif Penetapan Prabowo-Gibran sebagai Pemenang Pemilu, IHSG Menguat
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Hang Seng menguat 95,75 poin atau 0,54 persen ke 17.746,91, indeks Shanghai menguat 24,40 poin atau 0,79 persen ke 3.113,04, dan indeks Strait Times menguat 1,94 poin atau 0,06 persen ke 3.282,05.
Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut.
Rupiah Merosot
Sementara itu, di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS merosot menjelang pertemuan Federal Open Meeting Committee (FOMC) Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Senin (29/04) kurs rupiah tergelincir 45 poin atau 0,28 persen menjadi Rp16.255 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.210 per dolar AS.
“Investor masih cenderung menghindari aset dan mata uang berisiko mengantisipasi pertemuan FOMC minggu ini,” kata analis mata uang Lukman Leong seperti dikutif Antara.
FOMC diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga dan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Jerome Powell akan bersikap hawkish.
Sementara itu, data Indeks Harga Belanja Personal (PCE) AS pada Jumat (26/4) menunjukkan kenaikan pada inflasi namun kurang lebih masih sesuai dengan perkiraan.
PCE inti naik 0,3 persen secara month on month (mom) sesuai perkiraan. Namun secara tahunan atau year on year (yoy) 2,8 persen lebih tinggi dari perkiraan 2,6 persen.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin turun ke level Rp16.249 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.222 per dolar AS./




