www.bisnistoday.co.id
Kamis , 1 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Saham Kembali Menggeliat, Investor Diminta Tetap Waspada
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Kembali Menggeliat, Investor Diminta Tetap Waspada

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali rebound, seiring risiko mulai terharga namun investor diminta tetap waspada. IHSG berhasil rebound signifikan dan ditutup di level 7.302 (+2,75%) pada perdagangan Rabu (25/3) kemarin, membalikkan pelemahan sebelumnya seiring membaiknya sentimen pasar.

“Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi de-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, yang menurunkan aversi risiko global dan mendorong pemulihan aset berisiko,” urai Muhammad Farras Farhan, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3).

Selain faktor global, menurut M Farras Farhan, rebound ini juga mencerminkan bahwa sebagian besar sentimen negatif telah terharga oleh pasar. Sebelumnya, pasar saham Indonesia tertekan oleh kekhawatiran terkait penyesuaian MSCI, khususnya pada kriteria free float dan investability, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap outlook peringkat kredit Indonesia, termasuk potensi risiko dari Moody’s dan Fitch.

“Dengan tidak adanya eskalasi lebih lanjut, pasar mengalami technical rebound yang didorong oleh aksi bargain hunting setelah koreksi sebelumnya.”

Menurutnya, investor asing masih menunjukkan pergerakan selektif. Tiga saham dengan beli bersih terbesar adalah AADI (Rp335,1 miliar), ASII (Rp228,1 miliar), dan PTBA (Rp199,9 miliar), sementara tiga saham dengan jual bersih terbesar adalah BBRI (Rp507,5 miliar), BBCA (Rp385,1 miliar), dan BBNI (Rp224,2 miliar), mencerminkan rotasi dari saham perbankan besar.

Meski begitu, tambah M Farras Farhan, investor perlu tetap berhati-hati. Penguatan ini lebih mencerminkan relief rally setelah berbagai risiko terharga, bukan sinyal pembalikan tren yang kuat, mengingat kekhawatiran terkait kebijakan, outlook peringkat, dan isu indeks masih membatasi ruang kenaikan dalam jangka pendek.

Sejumlah Isu Pasar Perlu Dicermati

Sementara, Jessica Tasijawa, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan, sejumlah isu yang menarik dicermati pelaku pasar. Isu dimaksud antara lain, masih berasal dari konflik AS-Iran yang semakin meningkat, dengan serangan langsung antara Israel dan Iran serta serangan terhadap basis militer AS.

“Progres diplomasi masih terbatas meski terdapat usulan gencatan senjata. Konflik yang kini memasuki minggu keempat telah mengganggu aliran energi global, khususnya melalui Selat Hormuz (20% pasokan global), sehingga volatilitas pasar tetap tinggi dengan sentimen geopolitik yang mendominasi pergerakan harga.”

Sedangkan, Bank Indonesia melaksanakan lelang SRBI dengan total penyerapan IDR 3,6 triliun, dengan permintaan terkonsentrasi pada tenor 12 bulan, sementara yield tetap di kisaran 5,4% meski terjadi penurunan penawaran sebesar -63,7% WoW.

“Tekanan dari faktor global dan risiko fiskal masih dominan, tercermin dari outflow asing sebesar IDR20,7tr YTD, sehingga peran institusi domestik dan BI menjadi penopang utama, dengan investor tetap memilih instrumen jangka pendek (2–5 bulan).”

Jessica menambahkan, bahwa yield SBN 10 tahun dan 2 tahun Indonesia naik masing-masing 87bps dan 127 bps YTD menjadi 6,93% dan 6,33%, mencerminkan repricing risiko yang luas dan kurva yield yang semakin landai. Spread INDOGB–UST melebar ke 260bps dan 246bps. Sementara pelemahan Rupiah dan kenaikan CDS ( sekitar 98bps) menegaskan terbatasnya ruang pelonggaran kebijakan di tengah menurunnya kepercayaan investor./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pantai Batam
HEADLINE NEWS

Investasi Asing : Kunci Batam menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera

BATAM, Bisnistoday.co.id- Batam memiliki peluang besar untuk naik kelas menjadi salah satu...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Terperosok, Tekanan Eksternal dan Rupiah Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tekanan eksternal kembali membayangi pasar keuangan Indonesia. Indeks Harga Saham...

Kemendag
HEADLINE NEWS

Kemendag Sinergikan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia-Afrika

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Kementerian Perdagangan dukung peningkatan kemitraan perdagangan dan investasi Indonesia dengan...

KIT Batang
HEADLINE NEWS

Industri Didorong Untuk Utamakan Pemenuhan Pasar Domestik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perindustrian mendorong pemenuhan pasar domestik Indonesia bagi industri...