JAKARTA, Bisnistoday – Mengikuti komitmennya untuk menghubungkan generasi muda dengan mimpi mereka, International Global Network (IGN) kembali mengadakan Asia Youth International Model United Nations Virtual Conference (AYIMUN VC).
Kembali digelar dalam seri ke-27, AYIMUN VC diikuti oleh 220 delegates dari 25 negara. AYIMUN VC ke-27 menggabungkan para pemuda hebat dari seluruh penjuru dunia untuk bergabung dalam diskusi isu global tanpa batasan.
AYIMUN VC telah lama berkiprah dalam dunia Model United Nations dengan format virtual sebagai wadah pengembangan kapasitas generasi muda di bidang diplomasi dan kepemimpinan global.
Hingga saat ini, AYIMUN telah mencetak lebih dari 110.287 alumni dari 180 negara melalui berbagai konferensi yang diselenggarakan, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai konferensi Model United Nations terbesar di kawasan Asia Pasifik.
Diskusi dalam AYIMUN VC ke-27 pada pertengan Februari lalu terbagi menjadi 4 kelompok atau council yang dinamis, yaitu United Nations Environmental Programme (UNEP) dengan topik “Combating The Use of Single-use Plastic and Redusing The Size ‘Seventh (Plastic) Continent'”, World Health Organization (WHO) dengan topik “Addressing The Impact of Air Pollution and Industrial Waste to Public Health”, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan topik “Building Climate Resilience in the Efforts to Eradicate Poverty”, dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) dengan topik “Strategic Competition and Environmental Security in a Melting Arctic”.
“Sebagai delegasi AYIMUN, kalian akan berpikir secara strategis, bernegosiasi secara bertanggungjawab, dan berkolaborasi antar perspektif. Jadikan konferensi ini tempat dimana ide inovatif bertemu, solusi praktis dan halus, dan aksi kolektif diperkuat,” ujar Muhammad Fahrizal selaku president dari IGN dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2)
AYIMUN VC terus menjaga standar akademik seperti lewat konferensi tatap muka sebelumnya. Para peserta terlibat dalam sesi diskusi formal untuk membahas isu global dan menyusun dokumen penyelesaian dari seluruh diskusi yang telah dilaksanakan, dibimbing oleh chair atau fasilitator berpengalaman untuk memastikan diskusi tetap produktif dan berorientasi pada solusi.
Chair yang terlibat yakni Clothilde Jeanne Mazurier asal Perancis, Gyuri Kim asal Korea Selatan, Pimrada Roekruchiraphat asal Thailand, Serge Nohra asal Lebanon, dan beberapa asal Indonesia seperti Nehemia Satya Kamandaka S., M. Arsyad Aufa Rafiqi, Stefanny Rizika Amina, dan Faturahman Rasyid.
“Pelaksanaan AYIMUN VC yang berkelanjutan mencerminkan pemahaman terhadap dinamika diplomasi global yang terus berkembang, di mana platform digital memegang “peran yang semakin penting,” kata Fahrizal.
“Dengan memanfaatkan forum virtual, AYIMUN VC memperluas akses pendidikan diplomasi internasional, sehingga para pelajar yang menghadapi kendala geografis atau logistik tetap dapat memperoleh pengalaman global dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan,” tambahnya.
Kegiatan ini digagas oleh International Global Network (IGN), sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan generasi muda melalui program edukasi internasional. Dua program unggulan IGN, Asia World Model United Nations (AWMUN) dan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN), telah menjadi konferensi MUN terbesar di Asia Pasifik dan diikuti ribuan delegasi dari lebih dari 180 negara. Begitu juga dengan AYIMUN VC yang membawa acara Model United Nations dalam bentuk daring.
“Program AYIMUN VC diselenggarakan secara rutin setiap 2 bulan sekali. Program AYIMUN VC berikutnya akan diselenggarakan pada awal April 2026 dengan mengangkat tema Innovating for Impact: Empowering Youth to Lead Sustainable and Inclusive Global Change,” tuturnya.
Adapun council dan topik yang diangkat adalah UNESCO (Junior Council) dengan topik “Eliminating Racial & Gender Discrimination”, WHO dengan topik “Battling mis-use of Prescription Drugs”, UNICEF dengan topik “Addressing the Impact of Armed Conflict on Children’s Rights”, dan DISEC dengan topik “Preventing the Weaponization of Artificial Intelligence”.(E2-SANDI).



