www.bisnistoday.co.id
Selasa , 17 Maret 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Banjir dan Longsor di Sumatera: Korban Tewas Capai 708 Jiwa, BNPB Kerahkan 30 Helikopter
Nasional

Banjir dan Longsor di Sumatera: Korban Tewas Capai 708 Jiwa, BNPB Kerahkan 30 Helikopter

Bencana Longsor
BENCANA Longsor di Sumatera./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Skala bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kian mengkhawatirkan. Hingga Selasa, jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi tersebut telah mencapai 708 jiwa, sementara 499 orang masih dinyatakan hilang. Data ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring dari Jakarta.

BNPB merinci, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban tertinggi, yakni 294 meninggal dan 155 hilang. Disusul Aceh dengan 218 korban jiwa serta 227 orang hilang, dan Sumatera Barat dengan 196 meninggal serta 117 orang hilang.

Abdul Muhari menyebut sejumlah daerah di Sumatera Utara mengalami dampak paling serius, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Kondisi geografis dan akses yang terputus membuat proses penyelamatan serta pendistribusian bantuan berlangsung ekstra sulit.

BNPB Jalankan Distribusi Logistik Tiga Jalur

Untuk mempercepat bantuan, BNPB mengerahkan tiga moda transportasi—darat, laut, dan udara.Jalur Darat, sebanyak 6 truk, masing-masing membawa 15 ton logistik, telah diberangkatkan menuju lokasi terdampak di Sumut. Jalur Laut, Kapal logistik dari Jakarta yang mengangkut 100 ton beras dijadwalkan tiba di Sibolga, kemudian didistribusikan ke kabupaten/kota melalui jalur darat maupun udara.

Untuk Jalur Udara, Di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, BNPB menyiagakan 7 helikopter, yang akan ditambah dengan 3 heli milik TNIdan 4 heli BNPB. Meskipun kapasitas angkut hanya 800 kg–1,5 ton, moda ini menjadi satu-satunya pilihan untuk menjangkau daerah yang hingga kini tidak dapat ditembus lewat darat.

Untuk meningkatkan efektivitas, BNPB, TNI, Polri, dan Basarnas tengah menambah frekuensi penerbangan dan jumlah armada.“Target kita, pengerahan hingga 30 unit helikopter dan pesawat caravan,” ujar Abdul Muhari.

Tantangan Besar: Cuaca Buruk dan Akses Terputus

Upaya penanganan di lapangan menghadapi kendala berat. Cuaca ekstrem masih berlangsung, sementara akses jalan ke sejumlah lokasi terputus total akibat longsor. Tim gabungan bekerja 24 jam untuk membuka jalur dan mengevakuasi warga.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya mereka yang berada di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai. Pemerintah daerah diminta memperkuat posko evakuasi dan memastikan distribusi bantuan berjalan merata./ant/

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Pemudik motor melonjak tahun 2023
Nasional

Perjalanan Jalur Pantura, Pemudik Diimbau Pilih Istirahat ke Masjid-Masjid Ramah Pemudik

CIREBON Bisnistoday - Jelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy...

Nasional

Menyusuri SPKLU dari Banyuwangi ke Denpasar

Ini adalah pengalaman perjalanan menggunakan mobil listrik. Setelah menyelesaikan perjalanan hari pertama...

Nasional

Lulusan IPDN Disiapkan Wujudkan Standar Pelayanan Minimal di Daerah

JAKARTA, Bisnistoday- Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Dr Halilul Khairi Msi,...

Lahan Sawah
Nasional

Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi

JAKARTA, Bisnistoday  - Pemerintah akan menetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di...