www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 19 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Cokelat Artisan Ujung Tombak Industri Kakao
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Cokelat Artisan Ujung Tombak Industri Kakao

DIRJEN Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian mendorong program hilirisasi dalam hal ini produk cokelat artisan untuk menjadi terdepan dalam pengembangan industri Kakao Nasional. Dengan inovasi dan penerapan teknologi, terdapat 31 produsen cokelat artisan Indonesia yang mengekplorasi 600 jenis profil rasa cokelat khas Indonesia yang berbeda dan unik.

Hal tersebut didungkapkan oleh papar Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, pada the 8th Indonesian International Cocoa Conference & Dinner 2023 di Bali, kemarin.

Para artisan, menurut Juli Ardika, mengolah kakao menjadi produk cokelat secara bean-to-bar dengan kapasitas 1.242 ton/tahun. “Pangsa pasar coklat artisan saat ini baru 1,3% dari potensi 10% pasar cokelat di Indonesia, sehingga potensi pengembangannya masih terbuka luas,” jelas Putu.

Lebih lanjut, Putu menjelaskan bahwa produk cokelat artisan memiliki nilai tambah yang tinggi dengan mengambil bahan baku dari biji kakao berkualitas tinggi dengan harga premium. Sebagai perbandingan, produk cokelat artisan memiliki nilai tambah 700 hingga 1.500 persen sedangkan produk cokelat biasa nilai tambahnya 100-300 persen.

“Produsen cokelat artisan juga menerapkan program keberlanjutan dan ketertelusuran (sustainability & traceability) biji kakao sehingga dapat memenuhi persyaratan pasar luar negeri seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR),” urai Putu.

Komunitas Kakao Indonesia

Bersamaan dengan peringatan HKI 2023, telah dideklarasikan Association Craft Bean to Bar Indonesia sebagai wadah berkumpulnya produsen cokelat artisan Indonesia. Asosiasi ini bertujuan untuk menyinergikan para produsen cokelat artisan dengan pemerintah dan seluruh stakeholders industri kakao demi memajukan industri tersebut di Indonesia. Program terdekat yang akan digulirkan oleh pemerintah dan pihak asosiasi adalah peningkatan kompetensi SDM industri cokelat artisan.

“Pemerintah menyambut baik dibentuknya asosiasi produsen cokelat artisan Indonesia. Harapannya ke depan pihak pemerintah dan swasta bisa saling bersinergi dalam menyusun program dan kebijakan pengembangan industri cokelat artisan,” ungkap Putu.

Peran Penting Kakao

Dirjen Putu Juli Ardika mengatakan, industri kakao dan cokelat di Indonesia telah mampu bertahan selama proses pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19. Bahkan industri ini berperan penting pada rantai pasok dunia. Indonesia merupakan eksportir produk kakao olahan terbesar ke-3 di dunia dan berkontribusi pada pasar global sebesar 9,17%.

Peran penting Indonesia pada pasar kakao dan cokelat global menjadikan Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah konferensi kakao internasional, the 8th Indonesian International Cocoa Conference & Dinner 2023.

“Industri kakao olahan Indonesia memainkan peran penting di rantai pasok global serta merupakan salah satu kontributor bagi perekonomian nasional dan penerimaan devisa negara, dengan nilai ekspor produk kakao olahan lebih dari USD1 miliar per tahun ke pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, India, dan Tiongkok,” papar Dirjen Industri Agro ini.

Indonesia saat ini menempati urutan ke-7 sebagai produsen biji kakao terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan negara pengolah produk kakao olahan ke-3 dunia setelah Belanda dan Pantai Gading (data International Cocoa Organization (ICCO) tahun 2022/2023).

Volum produk cocoa liquor, cocoa butter, cocoa cake, dan cocoa powder diekspor sebesar 327.091 ton atau 80% dari total produksi nasional, yang diekspor ke 96 negara. Selain produk kakao olahan, produk cokelat juga sudah mulai menunjukkan kinerjanya melalui kontribusi ekspor sebesar USD76 juta. Nilai ekspor produk cokelat tahun 2022 meningkat 9,59% dibandingkan tahun 2021.

Potensi Investasi Kakao

Kemampuan manufaktur dan pengolahan kakao intermediate di Indonesia telah mampu menarik investasi dari 11 produsen kakao terkemuka dari seluruh dunia, mempekerjakan kurang lebih 2.500 tenaga kerja langsung dengan kapasitas produksi 739.250 ton per tahun untuk cocoa butter, cocoa liquor, cocoa powder, dan cocoa cake. Sementara itu, di kelompok industri olahan kakao hilir, terdapat 900 perusahaan industri pengolahan cokelat dengan kapasitas terpasang 462.126 ton/tahun.

“Peluang pengembangan industri olahan kakao masih terbuka luas, terutama di sisi hilir. Saat ini Indonesia masih mengimpor produk hilir olahan kakao sehingga produksinya masih perlu dipacu untuk mengurangi impor,” kata Putu.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri kakao dan cokelat di Indonesia. Cokelat Artisan dan Craft Cokelat Indonesia untuk Dunia menjadi salah satu program prioritas Kemenperin di masa depan.

“Kami telah mengembangkan program-program utama mulai dari fasilitasi kewirausahaan, dukungan R&D dan inovasi, implementasi industri 4.0, serta yang paling penting, yakni promosi internasional dan branding dalam rangka memperkuat dan memajukan pertumbuhan cokelat artisan Indonesia,” ungkap Putu.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...

HEADLINE NEWS

Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

JAKARTA, Bisnistoday- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron...

Ekonomi & Bisnis

Ekonom UNISBA: Listrik Stabil Jadi Fondasi Operasional Bisnis dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

BANDUNG, Bisnistoday  - Ketersediaan listrik yang stabil menjadi salah satu faktor penting...

LRT JAkarta
HEADLINE NEWS

Waskita Karya Pastikan LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Aman Digunakan

JAKARTA, Bisnistoday - PT Waskita Karya Tbk menyatakan, LRT Jakarta khususnya rute...