JAKARTA, Bisnistoday – Cuaca di wilayah DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kondisi yang tidak menentu. Dalam satu hari, warga bisa merasakan panas terik dengan suhu mencapai 34 derajat Celsius pada siang hari, namun hanya berselang beberapa jam kemudian hujan deras mengguyur sejumlah kawasan.
Fenomena ini membuat banyak masyarakat kebingungan dalam beraktivitas, terutama mereka yang berangkat kerja dan sekolah dengan kendaraan pribadi atau transportasi umum.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca tidak stabil ini disebabkan oleh peralihan musim atau yang dikenal sebagai masa pancaroba.
Kepala Bidang Prediksi Cuaca BMKG, Guswanto, M.Si. menjelaskan bahwa suhu permukaan laut di sekitar perairan utara Jawa sedang meningkat, memicu pertumbuhan awan konvektif yang menyebabkan hujan lokal di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hujan bisa datang tiba-tiba meski sebelumnya tampak cerah. Itulah ciri khas pancaroba.
Pantauan lapangan pada Selasa pagi menunjukkan langit Jakarta Timur dan Selatan masih tampak cerah berawan. Namun menjelang sore, angin berembus cukup kencang disertai mendung tebal. Sekitar pukul 15.30 WIB, hujan deras mengguyur kawasan Pasar Minggu, Depok, hingga Pancoran. Di sisi lain, wilayah Jakarta Utara justru tetap panas hingga malam hari, menimbulkan perbedaan suhu yang cukup kontras antarwilayah.
Kondisi cuaca seperti ini berdampak pada aktivitas harian warga. Beberapa pengendara ojek online mengaku kesulitan memprediksi waktu hujan.
“Kadang panas banget, lima belas menit kemudian langsung hujan deras. Jas hujan belum sempat kering, sudah dipakai lagi,” keluh Solihun (32), pengemudi ojek daring di kawasan Kuningan. Sejumlah warga juga mulai mengeluhkan meningkatnya kasus flu dan batuk akibat perubahan suhu ekstrem.
BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang dan petir yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, warga diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon besar dan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.
“Kami juga menyarankan membawa perlengkapan antisipasi seperti payung atau jas hujan setiap bepergian,” tambah Solihun (32)
Hingga pekan depan, BMKG memprediksi cuaca Jakarta masih akan fluktuatif. Potensi hujan ringan hingga sedang dapat terjadi pada sore dan malam hari di beberapa titik, terutama wilayah selatan dan timur. Meski demikian, siang hari masih akan terasa cukup terik. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan November sebelum pola cuaca berangsur stabil dan memasuki musim hujan penuh.
Bagi warga Jakarta, perubahan cuaca ini menjadi tantangan tersendiri. Selain menuntut kesiapan fisik dan perlengkapan, mereka juga harus lebih cermat dalam mengatur jadwal kegiatan di luar ruangan.
“Kita harus adaptif, karena cuaca sekarang sulit diprediksi,” tambah Solihun (32). Cuaca yang berubah cepat menjadi pengingat bahwa alam selalu bergerak dinamis dan masyarakat dituntut untuk siap menghadapi setiap perubahannya.(E2-RA)


