www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 4 Juli 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Dampak Polusi Udara Terhadap Pneumonia pada Balita Mengkhawatirkan
Sport & Health

Dampak Polusi Udara Terhadap Pneumonia pada Balita Mengkhawatirkan

Balita Sakit
ANAK Balita kondisi sakit./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Warga Kota Jakarta dan sekitarnya selayaknya mulai menaruh perhatian terhadap kesehatan paru-paru terutama bagi balita. Studi baru-baru ini mengungkap temuan yang mengkhawatirkan mengenai hubungan antara polusi udara partikulat halus (PM2.5) dengan meningkatnya kasus pneumonia pada balita di Jakarta.

Studi ini oleh Nafas Indonesia bekerja sama dengan DBS Foundation dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dilakukan pada 2023 terhadap ~275,000 balita di sekitar 10 kecamatan di Jakarta. Hasil studi ini, telah diluncurkan dan dituangkan dalam white paper inovatif berjudul “Napas Terputus di Tengah Polusi: Dampak PM2.5 terhadap Pneumonia pada Balita di Jakarta”, baru-baru ini.

 “White paper ini menunjukkan bahwa udara bersih bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menjadi isu kesehatan publik yang sangat mendesak. Pendekatan berbasis data yang kami terapkan, dikombinasikan dengan ketelitian akademik FKM UI, serta dukungan DBS Foundation sebagai mitra strategis, memperkuat urgensi untuk segera mengambil tindakan demi kesehatan anak-anak kita,” ungkap CEO Nafas Indonesia Nathaniel Roestandy saat peluncuran di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, bahwa pneumonia dikenal sebagai “silent killer”, yang bertanggung jawab atas 14 persen dari seluruh kematian anak di dunia, dan merenggut lebih dari 800.000 nyawa anak di bawah lima tahun setiap tahunnya.

Di Jakarta, rata-rata tahunan PM2.5 mencapai 35–40 μg/m3–hingga tujuh kali lipat di atas ambang aman tahunan yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO), yaitu 5 μg/m3. Penelitian ini mempertegas bahwa tingginya kadar PM2.5 sangat terkait erat dengan meningkatnya prevalensi kasus pneumonia, sehingga menempatkan ribuan anak-anak di Jakarta pada risiko kesehatan yang serius.

Sekilah tentang beberapa temuan utama white paper ini meliputi: pertama, setiap kenaikan 10 μg/m3 PM2.5 berhubungan dengan peningkatan prevalensi pneumonia hingga dua kali lipat pada balita di beberapa kecamatan di Jakarta. Kedua, satu dari 20 balita di Jakarta terdiagnosis pneumonia sepanjang tahun 2023, serta ketiga, kasus pneumonia cenderung meningkat pada musim kemarau, bersamaan dengan melonjaknya level PM2.5.

Menurut Nathanel, inisiatif ini menyatukan berbagai perspektif lintas sektor–kesehatan masyarakat, teknologi kualitas udara, dan advokasi–untuk menciptakan pemahaman menyeluruh tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan anak serta mendorong aksi kolektif yang inklusif dalam mengatasi persoalan ini.

Kekhawatiran serupa juga menjadi perhatian penting di komunitas akademik. Guru Besar Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI Prof. Dr. R. Budi Haryanto, menegaskan, “Temuan ini memperkuat apa yang sudah lama kami curigai: polusi udara adalah kontributor utama–namun sering diabaikan–terhadap infeksi saluran pernapasan pada anak-anak. Kami berharap bukti ini bisa menjadi dasar yang kuat untuk langkah pencegahan yang lebih strategis serta intervensi kebijakan yang mampu melindungi kelompok rentan, khususnya balita.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Timnas Prancis yang didominasi keturunan imigran (dok:FFF)
IndepthSport & Health

Manuver Politikus Sayap Kanan yang Memalukan

JAKARTA, Bisnistoday – Pada 16 Juni 2026 lalu, di tengah udara gerah...

Demam Piala Dunia di Bangladesh (dok: EFE/Mundo Deportivo)
EKONOMISport & Health

Bangladesh Kecipratan Cuan Piala Dunia

JAKARTA, Bisnistoday – Bangladesh memang tidak ikut serta di Piala Dunia 2026,...

Sport & Health

BDG100 Ultra Trail Run 2026 Targetkan Lebih dari 1.000 Pelari dari Berbagai Negara

BANDUNG, Bisnistoday - Ajang BDG100 Ultra Trail Run 2026 menargetkan partisipasi lebih...

Pemain andalan Inggris Jude Bellingham (kanan). dok: FA
Sport & Health

Inggris Siapkan Algojo untuk Adu Penalti

JAKARTA, Bisnistoday – Pukul 23.00 WIB malam nanti, Inggris akan melakoni  kiprah...