www.bisnistoday.co.id
Jumat , 2 Oktober 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Defisit Beras Akibat Kemunduran Panen Padi
Sektor Riil

Defisit Beras Akibat Kemunduran Panen Padi

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Defisit beras pada awal tahun 2024 seperti yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi karena kemunduran panen padi disebagian besar wilayah Pulau Jawa. Kendati demikian, masyarakat tidak perlu panik karena Bulog mempunyai stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang cukup hingga panen raya terjadi pada April mendatang.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (11/1).

Saat ini, kata Bayu, Bulog mempunyai stok CBP sebanyak 1,3 juta ton dan akan bertambah dengan importasi beras sebanyak 500 ribu ton yang merupakan sisa dari penugasan impor tahun lalu. Belum lagi penyerapan produksi dalam negeri dari sejumlah daerah yang akan panen lebih awal.

“Cukup. Bantuan pangan beras sekitar 220 ribu ton dikali 3 bulan cuma 660 ribu ton. Ditambah pelaksanaan SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pasar) 3 bulan , jadi 900-an ribu ton. Yang diminta pemerintah bahwa Bulog harus menjaga stok 1 juta at anytime, kita berusaha memasukkan termasuk dari impor,” jelasnya.

“Kita akan terus memperkuat SPHP karena kalau orang ke pasar mengecek beras ada tapi yang diinginkan mahal, jadi ada alternatifnya yakni SPHP. Mungkin tidak pas selera tapi berasnya bagus, itu langkah kita. Dan pasar ritel juga tersedia dan di setiap tempat ada. 2 langkah itu kita coba lakukan dan Bulog juga mengusahakan beras komersial terus dilakukan,” tambah dia.

Lebih lanjut Bayu menyampaikan bahwa beras impor sebanyak 500 ribu ton tersebut berasal dari Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Pakistan. Sedangkan untuk penugasan impor sebanyak 2 juta ton untuk tahun 2024, dikatakannya belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal itu lantaran, selain importasi harus dilakukan secara terukur, saat kondisi pelabuhan tengah penuh dan juga ada kelangkaan kontainer akibat ramainya proses bongkar muat.

Adapun berdasarkan Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional, harga rata-rata beras medium nasional adalah Rp13.310 per kg. Harga tersebut cenderung sejak awal tahun yang berkisar Rp13.200 per kg.

Harga Beras

Dalam kesempatan tersebut, Bayu juga meramalkan bahwa belum ada tanda pergerakan harga beras pada awal tahun 2024 akan turun, lantaran terhalang oleh produksi beras yang dipetakan menurun atau defisit.

“Memang untuk 2024 belum atau paling tidak pada tahun awal ini belum ada tanda pergerakan (harga turun),” katanya.

Baca juga: Kementan Pastikan Stok Beras Mencukupi

Ada tiga faktor yang mengakibatkan harga naik. Pertama,  produksi padi masih belum pulih. Kedua, biaya-biaya masih tetap tinggi terutama harga pupuk sedunia masih bergejolak dan cenderung tinggi. Ketiga, kebijakan-kebijakan negara yang belum membuat (harga) pasar dunia tak turun,” pungkas Bayu./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Perkuat Kepedulian dan Manfaat bagi Masyarakat, PTPN IV PalmCo gelar aksi donor darah. (Dok:PTPN)
Sektor Riil

Perkuat Kepedulian pada Masyarakat, PTPN IV PalmCo Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI), karyawan...

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...

Usaha Mikro
Sektor Riil

Kisah Ketekunan Usaha Mikro Asal Klaten Membangun Bisnis Hingga Menembus Pasar Global

KLATEN, Bisnistoday - Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan...

Dr Nicolaas Warouw (kiri) dan Dr Andi Achdian seusai acara diskusi di Universitas Nasional, Rabu (26/8/2026) (foto: Adi)
Sektor Riil

Mencari Bentuk Baru Solidaritas Kelas Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan dunia kerja menghadirkan persoalan baru bagi politik kelas...