JAKARTA, Bisnistoday- Industri hiburan lintas negara kembali menunjukkan geliat signifikan seiring dengan pengumuman konser berskala besar grup band Dewa 19 di Kuala Lumpur, Malaysia. Secara ekonomi, langkah ini menandai pemulihan penuh sektor ekonomi kreatif setelah sempat absen selama tiga tahun dalam mengekspansi pasar Negeri Jiran.
“Tanggalnya sesuai, 6 Juni 2026. Jadi Dewa 19 memang tiap tahun ke Kuala Lumpur supaya para penggemar bisa bertemu di sana,” ungkap Iman Tang, CEO Icon Entertainment, yang menegaskan aspek konsistensi pasar sebagai kunci keberlanjutan bisnis promotor lokal saat jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Proyeksi pendapatan dari sektor penjualan tiket menjadi sorotan utama, mengingat konser bertajuk “Cintaku Tertinggal di Malaysia” ini akan diselenggarakan di Axiata Arena Bukit Jalil. Dengan kapasitas ribuan penonton, pemilihan lokasi ini merupakan keputusan strategis untuk memaksimalkan volume penjualan di tengah tingginya permintaan pasar (demand). Pihak promotor optimis bahwa kejutan formasi kali ini akan menjadi stimulus kuat bagi para loyalis untuk melakukan belanja hiburan secara masif pada tanggal 6 Juni 2026 mendatang.
Selain aspek penjualan tiket, nilai ekonomi konser ini juga diperkuat dengan keterlibatan promotor ternama yang menjanjikan standar produksi kelas dunia. Iman Tang menambahkan bahwa kolaborasi ini didasari oleh hubungan profesional jangka panjang yang kuat antara manajemen band dengan pihak promotor. “Tahun ini Dewa 19 memberi kejutan lagi, jadi harus datang malam itu,” ujar Iman Tang, mengindikasikan adanya nilai tambah (added value) dalam pertunjukan kali ini yang diproyeksikan mampu meningkatkan daya tarik investasi di sektor pertunjukan musik regional.
Pihak promotor telah merilis skema harga tiket yang terbagi ke dalam lima kategori berbeda, yang mencerminkan strategi segmentasi pasar mulai dari kelas menengah hingga VIP. Untuk kategori terendah ‘Atas Nama Cinta’, tiket dibanderol seharga RM 238 atau sekitar Rp 1.031.467, sementara kategori ‘Bala Sobat’ berada pada angka RM 288 atau sekitar Rp 1.248.162. Penentuan harga ini dinilai cukup kompetitif untuk skala konser internasional di Kuala Lumpur, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat lokal dan biaya operasional logistik lintas negara.
Pada segmen menengah dan atas, harga tiket mengalami eskalasi yang signifikan guna menyasar penonton yang mengutamakan kenyamanan dan eksklusivitas. Kategori ‘Pangeran Cinta’ ditawarkan seharga RM 388 (sekitar Rp 1.681.552) dan ‘Laskar Cinta’ pada RM 428 (sekitar Rp 1.854.908). Struktur harga ini menunjukkan upaya promotor untuk memaksimalkan margin keuntungan dari kategori-kategori strategis yang biasanya memiliki tingkat okupansi kursi paling cepat di ajang konser besar.
Puncak dari skema harga ini adalah kategori VIP ‘Sedang Ingin Bercinta’ yang menembus harga RM 488 atau sekitar Rp 2.114.842 per tiket. Penjualan tiket yang akan dibuka pada 27 Februari 2026 pukul 11.00 waktu setempat melalui platform ticket2u ini diperkirakan akan menyumbang kontribusi terbesar terhadap total pendapatan kotor (gross revenue) konser. Strategi harga ini tidak hanya sekadar menjual akses menonton, tetapi juga menjual pengalaman eksklusif bagi para penggemar fanatik Dewa 19 di wilayah Asia Tenggara.
Kehadiran Tyo Nugros
Kehadiran Tyo Nugros dalam formasi kali ini merupakan strategi pemasaran yang brilian untuk menarik kembali basis massa lama yang tumbuh di era keemasan band tersebut. Ahmad Dhani mengakui bahwa secara komersial, sosok Tyo memiliki daya tarik luar biasa (marketability) yang mampu menggerakkan minat beli tiket di Malaysia. “Ari Lasso, Virzha, Ello, dan permintaan khusus dari fans Malaysia harus ada Tyo Nugros. Jadi kita terpaksa bawa Tyo Nugros,” kata Ahmad Dhani seraya tersenyum, merujuk pada pemenuhan ekspektasi pasar sebagai prioritas utama.
Secara historis, popularitas Dewa 19 di Malaysia sangat dipengaruhi oleh formasi yang melibatkan Tyo Nugros dan Once Mekel, yang menjadi fondasi pengenalan brand band ini di luar negeri. Dhani menegaskan bahwa nilai jual brand Dewa 19 di Negeri Jiran terbentuk kuat pada era tersebut berkat kerja sama strategis dengan promotor lokal. Meskipun Once tidak berpartisipasi karena kendala komitmen personal, kehadiran Tyo dipandang sebagai kompensasi yang cukup kuat untuk mempertahankan nilai jual konser di mata para kolektor pengalaman musik.
Tyo Nugros sendiri melihat keterlibatannya kembali sebagai sebuah peluang profesional yang memiliki prospek positif, mengingat ekosistem pertunjukan musik di Malaysia yang sangat suportif. Ia menilai bahwa pasar Malaysia selalu memberikan respon yang antusias, yang secara tidak langsung memberikan jaminan keberhasilan bagi setiap proyek musik yang ia jalankan di sana. “Seru saja untuk saya main di sana, selalu ada yang bikin seru. Pengalamannya bagus-bagus,” tutur Tyo yang optimis terhadap kesuksesan finansial dan artistik konser mendatang.
Pihak manajemen Dewa 19 juga menunjukkan strategi efisiensi dengan menggandeng Padi Reborn sebagai band pembuka, yang menciptakan paket hiburan komprehensif dalam satu acara (bundled event). Langkah ini berpotensi meningkatkan nilai efisiensi promosi karena kedua band memiliki target audiens yang serupa namun tetap bisa menarik ceruk pasar yang berbeda. Ahmad Dhani bahkan memberikan sinyal kuat mengenai adanya kolaborasi yang dapat meningkatkan nilai jual pertunjukan tersebut secara keseluruhan.
Potensi kolaborasi di atas panggung antara Dewa 19 dan Padi Reborn dipandang sebagai strategi untuk memperpanjang durasi pertunjukan dengan konten yang lebih berkualitas tanpa harus menambah banyak biaya produksi baru. “Kali ini akan lebih matang ya karena siapa tahu Padi Reborn sama Dewa 19 bisa berkolaborasi. Siapa tahu ada waktu misal Padi Reborn nyanyiin lagu Dewa 19,” harap musisi berkepala plontos tersebut. Rencana ini diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan (customer satisfaction) yang pada akhirnya akan memperkuat reputasi Dewa 19 sebagai komoditas ekspor musik unggulan Indonesia.(E2-Adit).
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)
























