www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 Maret 2026
Home BURSA & KORPORASI Dibayangi Naiknya Kasus Covid-19, IHSG dan Rupiah Kembali Melemah
BURSA & KORPORASI

Dibayangi Naiknya Kasus Covid-19, IHSG dan Rupiah Kembali Melemah

Pergerakan IHSG masih cenderung lesu seiring lesunya pegerakan pasar saham Asia
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (23/7)  terkoreksi 35,86 poin ke posisi 6.101,69. Sementara Indeks LQ45 turun 11,32 poin ke posisi 845,71.
 
“Dari internal, tekanan pandemi Covid-19 varian Delta di akhir semester pertama tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Alhasil Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 dimana sebelumnya diperkirakan bisa tumbuh 4,3 persen hingga 5,3 persen menjadi berada di kisaran 3,5 persen hingga 4,3 persen,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (23/7).

Di sisi lain belum melandainya kasus positif Covid-19 turut menjadi perhatian pelaku pasar dan investor. Pada Kamis (22/7) kemarin ada penambahan 49.509 kasus baru Covid-19 sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3,03 juta kasus.

Hal itu tentunya menjadi kekhawatiran bagi investor di tengah rencana pembukaan aktivitas ekonomi pada awal pekan depan.

Dari eksternal, pasar juga menanti hasil pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), pekan depan yang akan memberikan gambaran kondisi ekonomi di AS.

Dibuka melemah, IHSG langsung melemah dan terus berada di zona merah baik pada sesi pertama dan sesi kedua perdagangan saham hingga akhirnya ditutup turun.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dengan sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 2,43 persen, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor teknologi masing-masing 1,27 persen dan 0,59 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 1,82 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1 persen dan minus 0,86 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp122,55 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.367.738 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,17 miliar lembar saham senilai Rp12,38 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 277 saham menurun, dan 172 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 24,33 poin atau 0,68 persen ke 3.550,4, Indeks Hang Seng turun 401,86 poin atau 1,45 persen ke 27.321,98, dan Indeks Straits Times terkoreksi 2,21 poin atau 0,07 persen ke 3.157,05.

Rupiah Melemah

Hal yang sama juga terjadi pada rupiah. kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.493 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya mengatakan, selama pekan ini rupiah cenderung mengalami volatilitas yang tinggi dengan rentang Rp14.480 per dolar AS hingga Rp14.560 per dolar AS.

“Dua hal yang menjadi penopang rupiah saat ini. Dari sisi domestik, kondisi ekonomi secara umum relatif stabil, kalau melihat dari surplus neraca perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan yang masih stabil serta inflasi yang juga stabil,” ujar Rully seperti dilansir Antara.

Sementara itu dari sisi global, lanjut Rully, perkembangan rupiah dan juga beberapa mata uang negara berkembang lainnya ditopang oleh kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang masih akomodatif dan likuiditas global yang masih cukup tinggi.

“Namun memang market saat ini dengan masih tingginya ketidakpastian akan dampak pandemi dan kekhawatiran gelombang pandemi yang baru dari varian Delta dan ada kecenderungan pergerakan ke arah flight to quality, menyebabkan dolar AS masih cukup kuat dibanding beberapa mata uang utama lainnya,” kata Rully./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Luncurkan Logo Baru dan Identitas Visual Perusahan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life mengumumkan perubahan logo perusahaan sebagai...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Catat Pertumbuhan Signifikan, Raih Laba Rp954 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life membukukan pertumbuhan bisnis yang signifikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Kembali Meraih Penghargaan “Indonesia Best Digital Innovation Award 2025”

JAKARTA, Bisnistoday – BRI Life meraih penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Telkomsat Dorong Ekosistem Satelit Berdaya Saing Global

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan pengelolaan...