www.bisnistoday.co.id
Minggu , 30 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Diliputi Sentimen Negatif, IHSG Malah Ngacir
BursaBURSA & KORPORASI

Diliputi Sentimen Negatif, IHSG Malah Ngacir

IHSG MENGUAT didukung sentimen The Fed.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 49,1 poin atau 0,74 persen ke posisi 6.690,09 pada perdagangan Kamis (14/7). Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,14 poin atau 1,3 persen ke posisi 948,57. Pergerakan IHSG melawan arus dari sentimen negatif kenaikan inflasi di Amerika Serikat (AS) 

“Pergerakan IHSG dan mayoritas bursa regional Asia cenderung menguat di tengah pasar yang terbebani rilis data inflasi Amerika Serikat, namun tampaknya pelaku pasar dan investor sudah memprediksi data inflasi tersebut akan menjadi petunjuk kebijakan moneter bank sentral AS,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo dalam ulasannya di Jakarta, Kamis.

Data inflasi di Negeri Paman Sam selama Juni yang dirilis kemarin, melebihi ekspektasi pasar yaitu tercatat 9,1 persen (yoy), di atas konsensus 8,8 persen (yoy). Kenaikan inflasi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan prospek pengetatan The Federal Reserve yang lebih agresif di mana bank sentral diprediksi kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin.

Di sisi lain Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan, pembuat kebijakan mungkin perlu mempertimbangkan kenaikan 100 bps karena inflasi Juni yang lebih tinggi.Dengan meningkatnya prospek pengetatan The Fed yang lebih agresif dan juga kondisi di seluruh dunia sedangkan menghadapi tekanan inflasi yang tinggi, dinilai membuat peluang bank sentral di seluruh dunia akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuannya.

Hal itu akan mendukung meningkatnya kekhawatiran resesi yang melemahkan permintaan dan membayangi kekhawatiran atas pasokan yang ketat.Selanjutnya, pasar juga merespon positif surplusnya neraca perdagangan China pada Juni 2022 yang tercatat 97,94 miliar dolar AS yang ditopang dengan meningkatnya ekspor sebesar 17,9 persen dan impor tumbuh 1 persen.

Sementara dari dalam negeri, di tengah perkembangan inflasi, Bank Indonesia memberikan sinyal adanya ruang untuk menaikkan suku bunga acuannya dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal saat ini. Pelaku pasar berharap Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas moneter dalam negeri.

Sepanjang hari ini, indeks LQ45 bergerak menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan yaitu GOTO, ASII, TLKM, UNTR, CPIN. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni ANTM, MDKA, BFIN, TOWR, ICBP.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 911.861 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,66 miliar lembar saham senilai Rp10,66 triliun. Sebanyak 209 saham naik, 295 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan dari The Infobank Insurance Award 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...