www.bisnistoday.co.id
Rabu , 22 April 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Dollar AS Melejit Saat Euro Jatuh Terdalam
BursaBURSA & KORPORASI

Dollar AS Melejit Saat Euro Jatuh Terdalam

DOLLAR AS MELEJIT : Nilai tukar mata uang Dollar AS pada pasar, Selasa pagi, mengalami lonjakan didorong sentimen positif rencana kenaikan Bunga The Fed, dalam beberapa waktu mendatang.
Social Media

NEW YORK, Bisnistoday – Permintaan terhadap Dollar AS begitu tinggi menghantarkan Dollar AS ke level tertinggi dalam dua decade terakhir. Namun sebaliknya Eruso merosot dalam ke level terendah dalam 20 tahun terakhir pada perdagangan Selasa pagi karena kekhawatiran krisis energi.

Sementara, nilai tukar Dollar AS didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku lebih cepat dan lebih jauh dari rekan-rekannya.

“Kekhawatiran paling dekat untuk pasar adalah apakah Nord Stream 1 akan kembali beroperasi atau tidak,” kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto, menambahkan bahwa “pasar kemungkinan akan memperkirakan sebuah resesi” untuk wilayah tersebut jika tidak.

Kekhawatiran pemegang Euro akibat sentiment negative terhadap pipa tunggal terbesar yang membawa gas Rusia ke Jerman, pipa Nord Stream 1, memulai masa pemeliharaan tahunan pada Senin (11/7), dengan aliran diperkirakan akan berhenti selama 10 hari.

Pemerintah, pasar, dan perusahaan-perusahaan khawatir penutupan itu mungkin diperpanjang karena perang di Ukraina.

Euro jatuh ke level 1,0051 terhadap dolar AS, terlemah sejak Desember 2002. Sementara itu, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya mencapai level tertinggi baru sejak Oktober 2002 di 108,19.

Mata uang AS telah menguat di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga secara agresif karena mengatasi inflasi yang melonjak.

“The Fed akan menaikkan suku bunga lebih agresif daripada kebanyakan bank sentral pasar negara maju lainnya dan kami tidak berpikir bank sentral dan pasar maju lainnya benar-benar memiliki bandwidth untuk mengikutinya,” kata Rai.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan 26-27 Juli. Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan suku bunga acuannya akan naik menjadi 3,50 persen pada Maret, dari 1,58 persen sekarang.

Para konsumen di Amerika melihat inflasi meningkat lebih lanjut di tahun depan tetapi memperkirakan kecepatan yang lebih moderat dalam jangka panjang sebagai sinyal bahwa ekspektasi inflasi tetap cukup melandai, sebuah survei dari Fed New York menunjukkan pada Senin (11/7).

Data harga konsumen yang akan dirilis pada Rabu (13/7) adalah fokus utama ekonomi AS minggu ini. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks menunjukkan bahwa harga konsumen naik dengan tingkat tahunan 8,8 persen pada Juni./Ant

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Beritasatu Network

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Bursa

Traxindo Resmi Kantongi Izin sebagai Penasihat Berjangka dari Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday - Traxindo secara resmi telah memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu

JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen global masih mendominasi arah pergerakan Indeks Harga Saham...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Minim Stimulus, IHSG Cenderung Bertahan Sepekan

JAKARTA, Bisnistoday – Penutupan perdagangan, Jumat (3/4) kemarin, memperlihatkan Indeks Harga Saham...