www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home EKONOMI Dukungan Pers Penting Bagi Industri Kelapa Sawit
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dukungan Pers Penting Bagi Industri Kelapa Sawit

Tofan Mahdi, Ketua Bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia)
Social Media

MEDAN, Bisnistoday – Guna mempercepat pengembangan industri kelapa sawit, dibutuhkan peran media massa dalam mempublikasikan berbagai aspek industri kelapa sawit.

Tofan Mahdi, Ketua Bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), dalam satu sesi seminar pada rangkaian acara puncak Hari Pers Nasional di Medan, kemarin menegaskan, sinergi antara insan pers dengan para pemangku kepentingan dalam industri sawit harus terus diperkuat.

“Melalui publikasi berita sawit yang objektif dan positif, image industri sawit semakin membaik. Ini akan memperkuat keberlanjutan industri sawit Indonesia,” kata Tofan Mahdi dalam keterangannya di Medan.

Tofan mengungkapkan peran strategis sawit dalam perekonomian. di hadapan lebih dari seratus peserta HPN dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatra Utara.

“Lihatlah saat pandemik tahun 2020 lalu, kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah yang paling rendah dibandingkan negara-negara lain , bahkan lebih baik dari negara maju,” terang Tofan.

Lebih jauh Tofan mengutarakan, tahun 2022 sumbangan devisa ekspor minyak sawit mencapai rekor tertinggi dalam sejarah. Nilai devisa ekspor mencapai USD 39 miliar atau hampir Rp 600 triliun.  Devisa ekspor yang tinggi inilah yang menopang stabilitas nilai tukar rupiah terhadap valuta asing khususnya dolar AS.

“Rasanya berat membayangkan ekonomi Indonesia tanpa industri sawit,” kata peneliti pada Paramadina Public Policy Institute ini.

Optimis Berkembang

Mengenai prospek industri sawit ke depan, Tofan optimistis tetap positif. “Dari sisi demand, permintaan  minyak sawit di pasar global akan tetap tinggi. Tetapi apakah Indonesia akan tetap menjadi produsen dan eksportir minyak sawit terbesar dunia hingga 10-30 tahun mendatang, wallahualam,” katanya.

Untuk menjaga keberlangsungan industri minyak sawit Indonesia, kata Tofan,  ada satu aspek terpenting yang perlu diperhatikan yaitu aspek kebijakan.

 “Kebijakan yang keliru dalam menata industri minyak sawit, bisa menghancurkan industri strategis ini dalam waktu sekejap. Harga CPO  yang rendah yang bisa menghancurkan industri sawit. Begitupun kalau harga selalu fluktuatif, pasti ada titik untuk naik,” ujar Tofan./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Besar Kelebihan Dana, Kemenkop Dorong Dukung Kopdes

YOGYAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi mendorong koperasi-koperasi besar memberikan dukungan kepada Koperasi...

EKONOMIGLOBALKawasan Global

Dampak Konflik Timur Tengah Bayangi Pertemuan IMF

JAKARTA, Bisnistoday - Perang antara AS dan Israel dengan Iran menjadi topik...

Proyek Aspal Jalan
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Segera Rampung

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan  penyusunan Rancangan...

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Agung Setya Imam Effendi (dok: PTPN)
EKONOMIEkonomi Rakyat

PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

BOGOR, Bisnistoday  –  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan...