www.bisnistoday.co.id
Minggu , 3 Mei 2026
Home GLOBAL ASEAN Ekonomi ASEAN Jadi Fokus Pembahasan Senior Economic Meeting
ASEANGLOBAL

Ekonomi ASEAN Jadi Fokus Pembahasan Senior Economic Meeting

PERTEMUAN TINGKAT ASEAN : Pejabat Ekonomi Senior ASEAN kembali bertemu dalam rangkaian pertemuan Senior Economic Officials Meeting (SEOM) 3/53 dan 18th ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement FTA Joint Committee (AANZFTA FJC).
Social Media

KAMBOJA, Bisnistoday – Pejabat Ekonomi Senior ASEAN kembali bertemu dalam rangkaian pertemuan Senior Economic Officials Meeting (SEOM) 3/53 dan 18th ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement FTA Joint Committee (AANZFTA FJC). Pertemuan berlangsung pada 30 Juli–7 Agustus 2022 di Siem Reap, Kamboja. 

Pertemuan SEOM 3/53 membahas berbagai inisiatif penguatan kerja sama ASEAN, baik secara internal maupun dengan mitra ASEAN. Khususnya, kerangka pemulihan dan penguatan ekonomi di kawasan dan persiapan Rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Minsiters Meeting/AEM) ke-53 yang akan berlangsung pada September 2022. 

“Pertemuan SEOM 3/53 adalah pertemuan SEOM terakhir di bawah keketuaan Kamboja. Kamboja juga telah menyampaikan estafet kepemimpinannya dan mendukung keketuaan Indonesia pada 2023. Mulai akhir November Indonesia akan menjadi ketua pada pertemuan SEOM Retreat,” ucap Direktur Perundingan ASEAN Dina Kurniasari sebagai Alternate SEOM mewakili Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional. 

Saat ini Indonesia sedang memfinalisasi Priority Economic Deliverables (PED) untuk keketuaan ASEAN 2023. Rencana yang diusulkan PED yakni 3 strategic trust, antara lain Recovery-Rebuilding, Digital Economy, dan Sustainability. 

“Diharapkan Indonesia dapat menyampaikan PED secara resmi pada pertemuan SEOM Retreat akhir November 2022,” lanjut Dina.

Persetujuan Substansial

Sementara pada Pertemuan AANZFTA-FJC ke-18, dibahas kelanjutkan upaya penyelesaian peningkatan persetujuan secara substansial. Ini merupakan salah satu Priority Economic Deliverables (PED) Keketuaan Kamboja tahun ini. 

“Peningkatan persetujuan diharapkan agar AANZFTA memiliki standar yang tinggi, future proof, memiliki tingkat ambisi yang konsisten, dan memberikan nilai tambah bagi sektor bisnis. Kompromi dari semua pihak diperlukan untuk menghasilkan solusi pada isu yang belum disepakati. Seluruh Pihak perlu menemukan kesamaan tujuan terkait isu-isu tertunda yang saat ini masih dibahas,” pungkas Dina. 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Bangunan Bergaya Romawi di Jerman (unsplash/hongbin)
GLOBALHumaniora

Peneliti Ungkap Pola Migrasi Pasca Jatuhnya Romawi

JAKARTA, Bisnistoday - Joachim Burger dari Universitas Johannes Gutenberg Mainz dan rekan-rekannya...

Kilang Minyak (Ilustrasi/Umsplash/maksym kaharlytsky)
EKONOMIEnergiGLOBALKawasan Global

UEA Keluar dari OPEC, Apa Dampaknya pada Harga Minyak?

JAKARTA, Bisnistoday - Konflik di Timur Tengah telah berdampak pada organisasi negara-negara...

Jurnalis di Gaza (dok: RSF)
GLOBALKawasan Global

RSF Kecam Penculikan Tiga Jurnalis yang Dilakukan Tentara Israel

JAKARTA, Bisnistoday - Reporters Without Borders (RSF) mengecam Israel karena "menculik" tiga...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

Blokade di Selat Hormuz Ganggu Distribusi Bantuan Kemanusiaan

JAKARTA, Bisnistoday - Perang yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran...