www.bisnistoday.co.id
Selasa , 18 Agustus 2026
Home EKONOMI Sektor Riil GAPKI : Ekspor Sawit Meningkat, Stok Melemah
Sektor Riil

GAPKI : Ekspor Sawit Meningkat, Stok Melemah

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) mencatat  produksi CPO pada Juli 2023 mencapai 4.357 ribu ton sedangkan PKO mencapai 414 ribu ton sehingga total produksi adalah 4.771 ribu ton.

“Angka total produksi tersebut lebih tinggi 7,9% dibandingkan produksi Juni 2023 sebesar 4.421 ribu ton,” Sekjen GAPKI, Mukti Sardjono, di Jakarta, Jumat (29/9).

Secara Year on Year (YoY), terjadi peningkatan produksi sebesar 17,4% atau 4.763 ribu ton dari produksi Year to Date (YTD) Juli 2022 sebesar 27.303 ribu ton, menjadi 32.066 ribu ton YTD Juli 2023.

Total konsumsi dalam negeri bulan Juli 2023 tercatat sebesar 1.757 ribu ton atau lebih rendah 10,5% dari konsumsi pada Juni 2023, yakni sebesar 1.963 ribu ton.

“Penurunan ini terjadi terutama akibat berkurangnya penggunaan biodiesel sebesar 19,5% atau sebesar 174 ribu ton, dari 893 ribu ton pada Juni 2023 menjadi 719 ribu ton pada Juni 2023.”

Baca Juga : Sekjen GAPKI: Kebijakan Industri Sawit Banyak Tumpang Tindih

Kondisi serupa terjadi pada konsumsi minyak makan dan oleokimia yang mengalami kemerosotan masing- masing sebesar 3,1% dan 2,6%. Konsumsi minyak makan pada Juli 2023 sebesar 853 ribu ton dan oleokimia sebesar 185 ribu ton, sedangkan pada Juni 2023, konsumsi minyak makan sebesar 880 ribu ton dan oleokimia sebesar 190 ribu ton.

Total ekspor bulan Juli 2023 telah mencapai 3.519 ribu ton atau meningkat 2,0% dibandingkan ekspor pada Juni 2023 sebesar 3.450 ribu ton. Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor CPO yang mencapai 589 ribu ton, atau naik sebesar 16,9% dari ekspor bulan Juni 2023 yakni sebesar 504 ribu ton.

Sebaliknya, ekspor olahan CPO mengalami sedikit penurunan sebesar 3,4% dari 2.487 ribu ton pada Juni 2023 menjadi 2.403 ribu ton pada Juli 2023. Namun, peningkatan kinerja ekspor industri kelapa sawit pada Juli 2023 tersebut menghasilkan kenaikan nilai ekspor sebesar 1,4% atau meningkat dari US$ 2.877 juta pada Juni 2023 menjadi US$ 2.918 juta pada Juli 2023.

Kenaikan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan India dan Bangladesh yang masing-masing naik sebesar 180,6 ribu ton dan 54,5 ribu ton. Kenaikan ekspor juga terjadi untuk tujuan Malaysia (+36,8 ribu ton), USA (+36,8 ribu ton) dan EU (+24,4 ribu ton). Penurunan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan Afrika (-126,2 ribu ton), China (-94,6 ribu ton) dan Pakistan (-58,1 ribu ton).

Secara YTD sampai dengan Juli 2023, ekspor ke India pada tahun 2023 lebih tinggi 87% dari ekspor pada tahun 2022, sedangkan ke China 78% lebih tinggi.

Dengan estimasi stok awal Juli 2023 adalah 3.629 ribu ton dengan kenaikan produksi 7,9%, konsumsi menurun 10,5% dan ekspor meningkat 2,0%, maka stok di akhir Juli 2023 diperkirakan mencapai 3.128 ribu ton atau turun sebesar 13,8% dibandingkan Juni 2023 yakni sebesar 3.629 ribu ton./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

Resmi Berlakukan Mandatori B50, Prabowo Klaim Indonesia Stop Impor Solar Bulan Ini

JAKARTA - Pemerintah secara resmi mengumumkan penghentian total kebijakan impor Bahan Bakar...

Kunjungan Denso
Sektor Riil

Pabrikan Manufaktur Denso Minta Penyederhanaan Administrasi serta Peningkatan Infrastruktur

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerima perwakilan principal Denso...

Kota Riyadh
Sektor Riil

Perubahan Bea Masuk Arab Saudi, Kemendag Tetap Dorong Daya Saing Produk Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan RI mendorong produk Indonesia untuk tetap berdaya...

Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si., IPU, ASEAN Eng (baju batik) (Dok:PTPN)
Sektor Riil

PTPN I Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Industri Tembakau

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus memperkuat perannya sebagai penggerak...