www.bisnistoday.co.id
Rabu , 2 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan Guru Besar UPI Soroti Akar Sosial Longsor Cisarua
Lingkungan

Guru Besar UPI Soroti Akar Sosial Longsor Cisarua

Guru Besar UPI
Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, M.S. adalah Guru Besar Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), lulusan S3 Geografi Manusia Universitas Gadjah Mada, dan aktif mengajar serta meneliti di bidang Geografi Manusia dan Geografi Kepariwisataan./
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Tekanan penduduk, ketimpangan penguasaan lahan, dan lemahnya tata ruang dinilai memperbesar risiko bencana di kawasan Bandung Utara.Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, M.S., Guru Besar Geografi Pariwisata dengan bidang keahlian Geografi Manusia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menilai, bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, tidak dapat dipahami semata-mata sebagai peristiwa alam.

Dari perspektif Geografi Manusia, peristiwa ini merupakan akumulasi panjang dari tekanan penduduk, ketimpangan penguasaan lahan, serta lemahnya penerapan tata ruang.

Menurut Prof. Enok, ancaman bencana secara alamiah memang selalu ada, khususnya di wilayah pegunungan. Namun, ancaman tersebut berubah menjadi bencana ketika manusia hidup dan beraktivitas di ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungannya.

“Bencana sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Persoalan hari ini adalah tekanan penduduk yang semakin besar dan keterbatasan akses masyarakat terhadap lahan yang layak,” ujarnya Jumat (30/1).

Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan pertanian dan lapangan kerja mendorong masyarakat, terutama petani kecil, menggarap lahan marginal seperti lereng curam yang rawan longsor.

Banyak warga di Cisarua bukan pemilik lahan, melainkan penggarap, sehingga keterbatasan ekonomi memaksa mereka tinggal dekat lahan garapan meskipun berisiko tinggi.Dalam kajian Geografi Manusia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kerentanan bencana bersifat sosial, bukan semata-mata fisik.

Nilai dan persepsi masyarakat terhadap lahan sebagai sumber utama penghidupan turut mempengaruhi perilaku pemanfaatan ruang.

Praktik pertanian hortikultura di lereng curam, termasuk penggunaan plastik penutup tanah, dinilai memperparah kondisi lingkungan karena menghambat infiltrasi air.

Ekspansi Wilayah Perkotaan

Selain itu, kawasan Bandung Utara, termasuk Cisarua, juga menghadapi tekanan akibat ekspansi wilayah perkotaan.Lemahnya pengawasan dan inkonsistensi penerapan kebijakan tata ruang menyebabkan kawasan lindung dan daerah resapan air terus mengalami degradasi.

Dalam konteks korban bencana, Prof. Enok menegaskan bahwa masyarakat miskin menjadi kelompok paling rentan akibat keterbatasan pilihan hidup, rendahnya literasi kebencanaan, serta minimnya alternatif mata pencaharian.

“Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya evaluasi tata ruang, edukasi kebencanaan, serta pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan wilayah,” tegas Prof. Enok.

Sebagai rekomendasi, Prof. Enok mendorong pengembangan mata pencaharian yang lebih ramah lingkungan, seperti penanaman tanaman berakar kuat dan bernilai ekonomi tinggi diantaranya kopi, alpukat, bambu, dan tanaman buahsebagai alternatif pertanian di lereng curam.“Keberlanjutan ekonomi dan keselamatan lingkungan harus berjalan beriringan,” pungkasnya./E1-DINNI/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Yili Indonesia
Lingkungan

YILI Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Desa melalui Program YILI Peduli

JAKARTA, Bisnistoday - PT Yili Indonesia Dairy melalui program YILI Peduli: Bantuan...

Lingkungan

Prabowo Soroti Hotspot di Way Kambas, Penanganan Karhutla Diminta Dipercepat

JAKARTA, Bisnistoday- Presiden Prabowo Subianto meminta Taman Nasional Way Kambas di Lampung...

DBS Bank
Lingkungan

DBS Foundation Dukung Social Enterprises Ciptakan Dampak Berkelanjutan Untuk Komunitas Rentan

BANDUNG, Bisnistoday – Krisis lingkungan dan kesenjangan ekonomi yang kian mendesak membutuhkan...

Lingkungan

MOKAKU 2026 Galakkan Gerakan Satu Mahasiswa Satu Pohon

BANDUNG, Bisnistoday - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggalakkan gerakan satu mahasiswa satu...