www.bisnistoday.co.id
Senin , 25 Mei 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan Guru Besar UPI Soroti Akar Sosial Longsor Cisarua
Lingkungan

Guru Besar UPI Soroti Akar Sosial Longsor Cisarua

Guru Besar UPI
Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, M.S. adalah Guru Besar Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), lulusan S3 Geografi Manusia Universitas Gadjah Mada, dan aktif mengajar serta meneliti di bidang Geografi Manusia dan Geografi Kepariwisataan./
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Tekanan penduduk, ketimpangan penguasaan lahan, dan lemahnya tata ruang dinilai memperbesar risiko bencana di kawasan Bandung Utara.Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, M.S., Guru Besar Geografi Pariwisata dengan bidang keahlian Geografi Manusia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menilai, bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, tidak dapat dipahami semata-mata sebagai peristiwa alam.

Dari perspektif Geografi Manusia, peristiwa ini merupakan akumulasi panjang dari tekanan penduduk, ketimpangan penguasaan lahan, serta lemahnya penerapan tata ruang.

Menurut Prof. Enok, ancaman bencana secara alamiah memang selalu ada, khususnya di wilayah pegunungan. Namun, ancaman tersebut berubah menjadi bencana ketika manusia hidup dan beraktivitas di ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungannya.

“Bencana sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Persoalan hari ini adalah tekanan penduduk yang semakin besar dan keterbatasan akses masyarakat terhadap lahan yang layak,” ujarnya Jumat (30/1).

Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan pertanian dan lapangan kerja mendorong masyarakat, terutama petani kecil, menggarap lahan marginal seperti lereng curam yang rawan longsor.

Banyak warga di Cisarua bukan pemilik lahan, melainkan penggarap, sehingga keterbatasan ekonomi memaksa mereka tinggal dekat lahan garapan meskipun berisiko tinggi.Dalam kajian Geografi Manusia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kerentanan bencana bersifat sosial, bukan semata-mata fisik.

Nilai dan persepsi masyarakat terhadap lahan sebagai sumber utama penghidupan turut mempengaruhi perilaku pemanfaatan ruang.

Praktik pertanian hortikultura di lereng curam, termasuk penggunaan plastik penutup tanah, dinilai memperparah kondisi lingkungan karena menghambat infiltrasi air.

Ekspansi Wilayah Perkotaan

Selain itu, kawasan Bandung Utara, termasuk Cisarua, juga menghadapi tekanan akibat ekspansi wilayah perkotaan.Lemahnya pengawasan dan inkonsistensi penerapan kebijakan tata ruang menyebabkan kawasan lindung dan daerah resapan air terus mengalami degradasi.

Dalam konteks korban bencana, Prof. Enok menegaskan bahwa masyarakat miskin menjadi kelompok paling rentan akibat keterbatasan pilihan hidup, rendahnya literasi kebencanaan, serta minimnya alternatif mata pencaharian.

“Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya evaluasi tata ruang, edukasi kebencanaan, serta pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan wilayah,” tegas Prof. Enok.

Sebagai rekomendasi, Prof. Enok mendorong pengembangan mata pencaharian yang lebih ramah lingkungan, seperti penanaman tanaman berakar kuat dan bernilai ekonomi tinggi diantaranya kopi, alpukat, bambu, dan tanaman buahsebagai alternatif pertanian di lereng curam.“Keberlanjutan ekonomi dan keselamatan lingkungan harus berjalan beriringan,” pungkasnya./E1-DINNI/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

LingkunganNASIONAL & POLITIK

BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

direktur elain penyeraghaJAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) melakukan...

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, hadir langsung dalam kegiatan simbolis penyerahan bantuan hewan kurban di Vertical Garden Telkom Hub pada Jumat 22 Mei 2025
Lingkungan

Telkom Group Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat

JAKARTA, Bisnistoday- Sinergi TelkomGroup hadirkan kebahagiaan Iduladha bagi lebih dari 60 ribu...

Lingkungan

ITDP Dorong Integrasi Kelembagaan Transportasi Jabodetabek

JAKARTA, Bisnistoday — Kawasan Jabodetabek mencatat lebih dari 4,4 juta pergerakan komuter...

Lingkungan

Warga Sambut Positif Kehadiran Alun-alun Pondok Ranji, Jadi Ruang Baru untuk Berkumpul dan Berolahraga

CIPUTAT TIMUR, Bisnistoday – Kehadiran Alun-alun Pondok Ranji di Kecamatan Ciputat Timur...