www.bisnistoday.co.id
Jumat , 24 April 2026
Home EKONOMI Hilirisasi Industri Mineral Tembaga Kian Prospektif
EKONOMI

Hilirisasi Industri Mineral Tembaga Kian Prospektif

HILIRISASI INDUSTRI : Menperin Agus G Kartasasmita bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto berbincang disela-sela kunjungan di pabrik katoda tembaga, di Surabaya, Minggu (20/2).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-  Menteri Perindustrian, Agus G Kartasasmita menyakini upaya hilirisasi tembaga ini bakal prospektif ke depannya seiring dengan adanya pengembangan sumber energi terbarukan, kendaraan listrik, dan solar panel. “Karena semuanya butuh tembaga,” ujar Agus G Kartasasmita, saat kunungan ke Pabrik Katoda, PT Smesting di Surabaya, Minggu (20/2).

Menurut Menperin, ekspansi PT Smelting diharapkan dapat memenuhi kebutuhan produk di dalam negeri seperti katoda tembaga untuk industri kawat atau kabel (wire), batangan tembaga (rod bar), industri kimia, serta produk samping berupa asam sulfat untuk bahan baku pabrik pupuk serta copper slag dan gypsum sebagai bahan baku semen. Hal ini dinilai akan mendukung kebijakan substitusi impor.

“Hilirisasi industri ini menjadi penting dalam rangka menjamin ketersediaan bahan baku sumber daya alam dan peningkatan nilai tambah,” tegas Agus. Sebagai ilustrasi, hilirisasi dari bijih tembaga menjadi kawat konduktor akan meningkatkan nilai tambah dari USD3.900 per MT menjadi USD8.000 per MT atau naik hingga dua kali lipat. 

Agus menambahkan, berkembangnya industri smelter di dalam negeri, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan wilayah setempat yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Sebagai ilustrasi, kalau biasanya Kabupaten Konawe pertumbuhan ekonominya sekitar 5-6% sebelum ada investasi datang, selama dua tahun terakhir ini di wilayah tersebut pertumbuhannya sudah di angka belasan persen,” ungkapnya. 

Efek positif yang luas dari aktivitas industri tersebut, bahkan mampu mengurangi angka kemiskinan. “Hal ini membuktikan adanya kemitraan yang saling menguntungkan antara industri dengan masyarakat guna membawa kemajuan bersama, termasuk tumbuhnya wirausaha di lingkungan pabrik serta dapat meningkatkan infrastruktur sosial yang dibutuhkan masyarakat,” imbuh Menperin.

Devisa Ekspor Naik

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kebijakan dari hilirisasi mineral membawa dampak positif terhadap penerimaan devisa dari ekspor. “Pada tahun kemarin, ekspor besi baja Indonesia mencapai USD20,8 miliar,” ujarnya. 

Pendapatan itu naik hingga 20 kali lipat dibanding tahun sebelumnya, yang hanya ekspor bahan mentah nikel dengan pendapatan USD1 miliar. Besi baja merupakan turunan hasil olahan dari tambang nikel. “Ekspor ini menjadi bagian yang berkontribusi menciptakan neraca dagang yang positif. Oleh karena itu, pemerintah berupaya bahwa kebijakan hilirisasi terus berjalan, dan tidak ada lagi hambatan untuk ekspor,” tandasnya.

Presiden Direktur PT Smelting, Hideya Sato mengaku merasa terbantu dengan pemerintah pusat dan daerah dalam dukungan upaya perusahaan melakukan ekspansi. “Saya yakin, upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dan berkontribusi banyak bagi perekonomian nasional, dengan upaya kami untuk memasok katoda tembaga dan asam sulfat ke industri-industri di Indonesia,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi menyebutkan, industri logam berperan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Saat ini, terdapat 191 industri logam di Jawa Timur dengan nilai produksi sebesar Rp28,6 triliun tahun 2021 atau meningkat 3,79% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai ekspornya mencapai USD1,79 juta pada tahun 2020, dan meningkat jadi USD2,32 juta pada periode Januari-Oktober 2021./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berpengalaman 75 Tahun, Kemenkop Gandeng CDF Canada Kembangkan Koperasi di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop), bersama Co‑operative Development Foundation (CDF) of...

Paramount (dok:unsplash/boliviainteligente)
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Warner Bros dan Paramount Berencana Merger

JAKARTA, Bisnistoday – Dua perusahaan media raksasa di Amerika Serikat, Warner Bros...

Webinar Perpajakan, Rabu (22/4/2026). (dok ILUNI FHUI)
EKONOMIHukum

ILUNI FHUI Gelar Webinar Penyuluhan Pelaporan Pajak

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam rangka mendukung transformasi digital perpajakan yang digagas Direktorat...

Polusi Udara (Ilustrasi/unsplash/ella iunescu)
EKONOMIEnergi

Pembangkit Listrik Tenaga Kayu Berdampak Lebih Buruk bagi Iklim

JAKARTA, Bisnistoday – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembakaran kayu untuk pembangkit...