www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 27 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis HIPTASI Siapkan Pekerja Konstruksi Tersertifikasi
Ekonomi & Bisnis

HIPTASI Siapkan Pekerja Konstruksi Tersertifikasi

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –  Sektor konstruksi di Indonesia dihadapkan pada minimnya jumlah tenaga kerja sektor konstruksi yang tersertifikasi dan kompeten. Hal ini membuka potensi terjadinya insiden kecelakaan kerja atau bahkan gagal konstruksi dalam proyek besar yang menyebabkan kerugian material dan non material.

Dewan Pengurus Pusat Himpunan Profesi Tenaga Konstruksi (DPP HIPTASI) dan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) HIPTASi Multi Kosntruksi melihat kondisi ini harus disikapi dengan mempercepat sertifikasi profesi khususnya di sektor jasa konstruksi.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melalui digitalisasi mulai dari pendaftaran, ujian kompetensi hingga terbitnya sertifikat kompetensi.

Ketua DPP HIPTASI, Hengki Hamino mengatakan saat ini jumlah kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi dan kompeten di sektor konstruksi mencapai 2 juta. Namun LSP di Indonesia baru bisa mencetak tenaga kerja tersertifikasi dan kompeten baru sekitar 720 ribu.

Artinya terjadi gap yang sangat lebar padahal sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional.

“Melalui digitalisasi kita harapanya bisa menjangkaukan kecepatan (sertifikasi profesi) di sektor konstriksi hingga di atas 60 persen,” ujar Hengki di Jakarta, Rabu (29/11).

Diakui bahwa salah satu pemicu lambannya pertumbuhan tenaga kerja tersertifikasi di sektor jasa konstruksi akibat implementasi digitalisasi yang terlambat. Di satu sisi budaya masyarakat khususnya para tenaga kerja yang biasa bekerja manual juga menjadi pemicunya.

“Oleh karena itu kami sedang mengembangkan dua platform digital yang saling mendukung untuk permudah sertifikasi kompetensi tenaga di sektor konstruksi. Di sini kita berkolaborasi dengan APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) yang nantinya terkoneksi dengan sistem di Kementerian PUPR dan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” papar Hengki.

Melalui Sistem Digital

Sementara itu Ketua LSP HIPTASi Multi Konstruksi, Robert Purba Mangapul Sianipar menambahkan bahwa digitalisasi dalam pelaksanaan sertifikasi menjadi salah satu keharusan di era revolusi industri 4.0.

Tanpa mengadopsi teknologi digital mustahil kebutuhan tenaga kerja yang begitu besar di sektor konstruksi bisa terpenuhi. Apalagi saat ini proyek infrastruktur di Indonesia sangat masif dilakukan.

“Untuk percepatan penambahan tenaga kerja tersertifikasi di sektor konstruksi ini kita butuh digitalisasi. Dan digitalisasi ini harus dari end to end atau dari ujung ke ujung,” ulasnya.

Dengan memanfaatkan teknologi, proses sertifikasi untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten akan lebih efisien, efektif dan akurat. Di sisi lain kualitas dan mutunya juga bisa terjamin,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Dukung Daya Beli Masyarakat, Pajak Tiket Penerbangan Ditanggung Pemerintah Selama Liburan Sekolah

JAKARTA, Bisnistoday – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pelaksanaan...

Gedung Kemenperin
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Upaya Pemulihan Operasional dan Bahan Baku Kertas PT Pakerin

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Juru Bicara, Febri Hendri Antoni...

Pameran Puspa Nuswantara 2026
Ekonomi & Bisnis

APPBI Gelar Pameran Puspa Nuswantara 2026, Hadirkan 100 Lebih Tenant Batik Asli Nusantara

JAKARTA, Bisnistoday – Batik telah lama menjadi simbol identitas budaya Indonesia yang...

Ekonomi & Bisnis

Ongkir Lebih Efisien untuk Paket Ringan, Lion Parcel Kenalkan MINIPACK

BANDUNG, Bisnistoday - Ongkos kirim yang kerap menjadi pertimbangan konsumen saat berbelanja...