Press "Enter" to skip to content

IHSG dan Kurs Rupiah Kembali Melemah

IHSG dan Rupiah pada perdagangan Kamis (16/0) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (13/9) ditutup melemah 6,72 poin ke posisi 6.088,16. Sementara indeks LQ45 turun 4,67 poin ke posisi 865,54.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (13/9) menyebutkan, melemahanya barometer perdagangan di BEI kali ini dipengaruhi terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring munculnya keragu-raguan investor akan prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sejalan dengan menyebarnya varian Delta.

Selain itu, juga dipengaruhi melemahnya saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue hari pertama dan aksi jual investor asing.

Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih memerah sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dengan sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 2,11 persen, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor kesehatan masing-masing 1,14 persen dan 0,34 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam yaitu 1,6 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer masing-masing turun 0,74 persen dan 0,64 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp37,73 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.261.809 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,87 miliar lembar saham senilai Rp9,21 triliun. Sebanyak 233 saham naik, 259 saham menurun, dan 167 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 65,53 poin atau 0,22 persen ke 30.447,37, Indeks Hang Seng turun 392,1 poin atau 1,5 persen ke 25.814,81, dan Indeks Straits Times terkoreksi 24,49 poin atau 0,79 persen ke 3.074,31.

Rupiah Melemah

Sementara kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah seiring pelaku pasar yang tengah mengamati data inflasi Amerika Serikat.

Rupiah ditutup melemah 50 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp14.253 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.203 per dolar AS.

“Investor sekarang melihat ke data AS untuk petunjuk lebih lanjut tentang jadwal The Fed untuk memulai pengurangan aset,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dikutif Antara.

Investor menunggu data indeks harga konsumen AS yang dirilis pada Selasa (14/9), setelah data akhir pekan lalu menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) untuk Agustus tumbuh 0,7 persen secara bulanan (mom) dan 8,3 persen secara tahunan (yoy). PPI inti masing-masing tumbuh 0,6 persen (mom) dan 6,7 persen (yoy).

Data tersebut menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi kemungkinan akan bertahan untuk sementara waktu, dengan rantai pasokan tetap ketat karena pandemi Covid-19 berlarut-larut.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.232 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.232 per dolar AS hingga Rp14.268 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.260 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.225 per dolar AS./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *