www.bisnistoday.co.id
Selasa , 28 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Ditutup Melemah, Kurs Rupiah Menguat
Bursa

IHSG Ditutup Melemah, Kurs Rupiah Menguat

ihsg melemah
IHSG pada perdagangan Senin (15/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (25/06) ditutup melemah 6,46 poin ke posisi 6.882,70. Sementara indeks LQ45 turun 2,73 ke posisi 861,66.

Pelemahan IHSG kali ini  terjadi akibat saham-saham big bank mengalami pelemahan akibat adanya rencana perpanjangan restrukturisasi kredit hingga 2025.

Para pelaku pasar khawatir risiko kredit macet akan semakin membengkak setelah rilis sebelumnya, risiko kredit macet pada sejumlah bank menunjukkan kenaikkan yang signifikan.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik 0,68 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor kesehatan yang naik masing- masing sebesar 0,14 persen dan 0,04 persen.

Sedangkan, tujuh sektor turun yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus 1,72 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor teknolog yang masing- masing turun sebesar 0,86 persen dan 0,74 persen.

Baca juga: IHSG Melemah, Kurs Rupiah Menguat

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MKNT, PAMG, FILM, DIVA dan LABA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TRON, BAJA, AHAP, EURO, dan MEJA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 731.348 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,47 miliar lembar saham senilai Rp27,18 triliun. Sebanyak 241 saham naik, 308 saham menurun, dan 234 tidak bergerak nilainya./

Rupiah Menguat

Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat di tengah pasar mengantisipasi data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS). Pada akhir perdagangan, rupiah menguat 19 poin menjadi Rp16.375 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.394 per dolar AS.

“Penguatan akan terbatas mengingat investor masih cenderung wait and see mengantisipasi data inflasi PCE AS,” kata analis mata uang Lukman Leong seperti dikutif Antara.

PCE inti AS diperkirakan akan naik 0,1 persen month on month (mom) dan year on year (yoy) turun dari 2,8 persen menjadi 2,6 persen.

Selain itu, rupiah menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data manufaktur (Dallas Fed) yang lebih lemah dari perkiraan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa naik ke level Rp16.379 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.431 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...