www.bisnistoday.co.id
Selasa , 28 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Melemah, Kurs Rupiah Menguat
Bursa

IHSG Melemah, Kurs Rupiah Menguat

IHSG Melemah
IHSG pada perdagangan Kamis (13/06) dututup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, (13/06) kembali ditutup melemah 18,54 poin ke posisi 6.831,56. Sementara indeks LQ45 turun 4,23 poin ke posisi 858,62. Pelemahan kali ini dipengaruhi turunya saham-saham sektor carang baku.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebut, kendati bank sentra Amerika Serikat (The Fed) kembali mempertahankan suku bunganya tetap di kisaran 5,25 sampai 5,5 persen seperti yang diperkirakan, namun juga memberikan sinyal bahwa penurunan suku bunga satu kali pada tahun ini yang mungkin terjadi paling lambat pada akhir bulan tahun ini.

Angka inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) sebesar 3,3 persen pada Mei 2024, setelah meningkat 3,4 persen pada April 2024. dan sedikit di bawah perkiraan sebesar 3,4 persen.

Di sisi lain, pasar juga memiliki pandangan setiap sinyal tetap menjadi perhatian karena mengenai keputusan suku bunga masih dibayangi sikap spekulasi karena The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga acuannya dengan waktu lebih lama.

Hal tersebut dengan mempertimbangkan inflasi yang masih tinggi, sementara The Fed tetap pada target inflasi 2 persen sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan arah suku bunga ke depan.

Angka inflasi di bawah perkiraan pasar tentunya membuka ruang harapan terhadap pemangkasan suku bunga acuan masih ada.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 1,43 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 1,18 persen dan 0,29 persen.

Sedangkan empat sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 0,73 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor properti yang masing-masing minus sebesar 0,26 persen dan 0,23 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CAMP, NICL, PAMG, IBOS dan NASI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DART, BHIT, CMNT, PTPS dan AREA.

Baca juga: IHSG Melemah Seiring Turunnya Harga Saham Sektor Teknologi

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 812.373 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 42,60 miliar lembar saham senilai Rp13,89 triliun. Sebanyak 251 saham naik 285 saham menurun, dan 235 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 156,19 poin atau 0,40 persen ke 38,720,50, indeks Hang Seng menguat 174,79 poin atau 0,97 persen ke 18.112,63, indeks Shanghai melemah 8,55 poin atau 0,28 persen ke 3.028,91, dan indeks Strait Times menguat 15,33 poin atau 0,46 persen ke 3.322,77.

Rupiah Menguat

Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup naik setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Pada akhir perdagangan rupiah menguat 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.270 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.295 per dolar AS.

“Inflasi di AS 0 persen di bulan Mei dibandingkan perkiraan untuk naik 0,1 persen, sedangkan year on year turun ke 3,4 persen dibandingkan perkiraan 3,5 persen,” kata analis mata uang Lukman Leong seperti dikutif Antara.

Lukman menuturkan pidato Ketua bank sentral AS atau The Fed Jerome Powell dalam Federal Open Market Committee (FOMC) dinilai sedikit lebih hawkish akan membatasi penguatan rupiah.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat, Kurs Rupiah Menguat

Jerome masih menganggap belum saatnya menurunkan suku bunga dan kemungkinan penurunan hanya sekali pada 2024 sebesar 25 basis poin.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis meningkat ke level Rp16.286 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.297 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...