www.bisnistoday.co.id
Minggu , 26 April 2026
Home BURSA & KORPORASI IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Menguat Tipis
BURSA & KORPORASI

IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Menguat Tipis

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada Jumat (10/3) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Melemahnya sejumlah saham terutama sektor teknologi dan sektor properti dan real estat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (14/12) ditutup turun 47,23 poin ke posisi 6.615,64. Sementara indeks LQ45 turun 3,37 poin ke posisi 940,35.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 2,08 persen, diikuti sektor properti dan real estat dan sektor barang konsumen primer masing-masing minus 1,32 persen dan minus 1,08 persen. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor transportasi & logistik sebesar 4,72 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing di seluruh pasar sebesar Rp262,92 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.269.224 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,95 miliar lembar saham senilai Rp11,32 triliun. Sebanyak 171 saham naik, 353 saham menurun, dan 153 tidak bergerak nilainya.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, pelaku pasar mencermati dampak dari kebijakan tarif cukai hasil tembakau yang naik pada tahun depan dengan kenaikan rata-rata 12 persen. Konsumsi rokok setelah kenaikan tarif tersebut dinilai inelastis terhadap kenaikan harga.

Ada potensi terhadap penurunan konsumsi rokok, namun penurunannya dinilai tidak akan begitu signifikan. Jika melihat dampaknya terhadap penerimaan negara, kenaikan tarif cukai dinilai tentu akan bisa berdampak positif karena adanya potensi pendapatan yang lebih tinggi.

Rupiah Menguat

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada ditutup menguat 6 poin ke posisi Rp14.325 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.331 per dolar AS. “Pelaku pasar bersikap hati-hati terhadap pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) AS yang dimulai malam ini dan kabar terkini varian Omicron yang disebutkan menyebabkan korban jiwa di Inggris,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya Selasa (14/12).

The Federal Reserve melalui Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan membahas kebijakan moneter terbaru yang akan dimulai hari ini dan akan diumumkan hasilnya pada pukul 02.00 WIB Kamis dini hari mendatang.

Pelaku pasar nampak menantikan apakah The Fed akan mengambil langkah yang lebih ketat atau hawkish di tengah ancaman inflasi yang dipandang tinggi.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Inggris mengabarkan adanya korban meninggal akibat varian Omicron semalam, memicu sikap hati-hati pelaku pasar bahwa Omicron tersebut mungkin berbahaya.

Sebelumnya kekhawatiran pasar sempat mereda terhadap varian Omicron hanya mudah menyebar tetapi tidak mematikan. Kabar kematian dari Inggris memicu kekhawatiran adanya hambatan bagi ekonomi global yang lebih buruk./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...

Panama City (dok: Unsplash/Sol Cerrud)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisGLOBALKawasan Global

Para Konglomerat Sembunyikan Pajak Senilai 3% dari PDB Global

JAKARTA-Bisnistoday: Lembaga nirlaba internasional, Oxfam mengungkapkan orang-orang superkaya di dunia diduga menyembunyikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Luncurkan Logo Baru dan Identitas Visual Perusahan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life mengumumkan perubahan logo perusahaan sebagai...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Catat Pertumbuhan Signifikan, Raih Laba Rp954 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life membukukan pertumbuhan bisnis yang signifikan...