www.bisnistoday.co.id
Selasa , 28 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Kembali Melemah Ikuti Bursa Kawasan Asia
Bursa

IHSG Kembali Melemah Ikuti Bursa Kawasan Asia

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan Rabu (08/05) kembali ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (08/05) kembali ditutup melemah mengkuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Kali ini, IHSG ditutup melemah 34,81 poin ke posisi 7.088,79. Sementara indeks LQ45 turun 4,59 poin ke posisi 893,42.

Tim Riser Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (08/05) menyebut, pada perdagangan hari ini IHSG dan bursa regional Asia mengalami koreksi. Pasar tampaknya berfokus terhadap pernyataan pejabat The Fed Amerika Serikat (AS) sehubungan dengan jalur suku bunga acuannya dan juga konflik di Timur Tengah yang kian memanas.

Gubernur Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari menyebut bahwa ada kemungkinan besar bank sentral akan mempertahankan suku bunga untuk jangka waktu yang lama, sehingga para pejabat yakin inflasi berada di jalur yang sesuai dengan target mereka.

Dari Timur Tengah, kelompok Hizbullah baru-baru ini menggempur Israel dengan drone peledak. Serangan ini dilakukan pada hari Selasa 7 Mei 2024 waktu setempat, sehari setelah serangan kelompok yang didukung Iran itu menewaskan dua tentara Israel.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa pada April 2024 sebesar 136,2 miliar dolar AS atau lebih rendah dari bMaret yang tercatat sebesar 140,4 miliar dolar AS, yang dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor energi yang naik sebesar 0,11 persen.

Sedangkan sepuluh sektor terkoreksi yaitu sektor properti turun paling dalam minus 1,80 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing minus 0,93 persen dan 0,81 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SOLA, DATA, HILL, BULL dan INDO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SURI, PSAB, IDEA, AUTO dan BRIS.

Baca juga: Pasar Cermati Kondisi Politik, IHSG Melemah

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.178.981 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,08 miliar lembar saham senilai Rp21,46 triliun. Sebanyak 194 saham naik, 367 saham menurun, dan 218 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 632,70 poin atau 1,63 persen ke 38,202,39, indeks Hang Seng melemah 165,50 poin atau 0,90 persen ke 18.313,85, indeks Shanghai melemah 19,26 poin atau 0,61 persen ke 3.128,47, dan indeks Strait Times melemah 37,05 poin atau 1,12 persen ke 3.262,98.

Rupiah Melemah

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada penutupan perdagangan Rabu melemah 1 poin atau 0,00 persen menjadi Rp16.047 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp16.046 per dolar AS.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi di Jakarta, Rabu, menyatakan terdapat ekspektasi pasar yang telah meningkatkan dua kali penurunan suku bunga pada tahun ini.

Dalam konferensi Miken Institute, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan terhentinya inflasi sebagian besar disebabkan oleh kuatnya pasar perumahan, yang menandakan bank sentral AS perlu mempertahankan biaya pinjaman tetap stabil untuk jangka panjang, dan mungkin sepanjang tahun.

Namun, Kashkari juga mengatakan bahwa ada kemungkinan The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga jika inflasi kembali mereda. Komentar tersebut muncul setelah pernyataan pejabat Fed pada Senin (6/5) yang tampaknya cenderung mengindikasikan langkah bank sentral selanjutnya untuk menurunkan suku bunga.

“Dengan informasi tersebut, ekspektasi pasar terhadap dua kali penurunan suku bunga tahun ini telah meningkat, dengan ekspektasi penurunan setidaknya 25 basis poin pada bulan September saat ini sebesar 64,5 persen, menurut FedWatch Tool CME,” kata dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu turut melemah ke level Rp16.081 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.054 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...