Press "Enter" to skip to content

IHSG Kembali Merosot Dipengaruhi Melonjaknya Kasus Covid-19 Jepang dan China

IHSG pada perdagangan Jumat (30/7) kembali merosot, sementara kurs rupiah menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan, Jumat (30/7) ditutup melemah, 50,69 poin ke posisi 6.070,04. Sementara indeks LQ45 turun 9,71 poin ke posisi 832,04.

Pelemahan IHSG tersebut seiring dengan melemahnya bursa saham regional Asia di tengah bursa Amerika Serikat yang menguat seiring rilisnya data pertumbuhan ekonomi AS di mana GDP kuartal II 2021 secara annualized quarter on quarter naik dari sebelumnya 6,3 persen menjadi 6,5 persen.

“Terkoreksi bursa regional Asia tampaknya terseret sentimen adanya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Jepang, China, dan Australia. Jepang melaporkan kasus harian bahwa data per satu hari lalu telah terjadi lebih dari 10 ribu kasus Covid-19,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya yang dilansir Antara, Jumat (30/7).

Sementara China melaporkan tiga provinsi terpapar varian delta Covid-19 dan juga Australia melaporkan adanya kenaikan kasus harian Covid-19 dan memperingatkan wabah itu akan semakin buruk meskipun ada lockdown.

Dari dalam negeri, tampaknya pelaku pasar dan investor cenderung mencermati laporan terbaru rilis kinerja keuangan laporan emiten yang menunjukkan prospek membaik di semester pertama tahun ini.

Namun, pasar tampaknya bersikap rasional terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri, hal ini seiring pandemi yang sedang terjadi.

Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau pada sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG tak lama terkoreksi dan terus berada di zona merah hingga akhirnya ditutup naik.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dengan sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 0,93 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor infrastruktur masing-masing 0,92 persen dan 0,61 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 2,6 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor kesehatan konsumen primer masing-masing minus 1,29 persen dan minus 1,02 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp562,98 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.544.644 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,87 miliar lembar saham senilai Rp15,42 triliun. Sebanyak 194 saham naik, 325 saham menurun, dan 137 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 498,83 poin atau 1,8 persen ke 27.283,59, Indeks Hang Seng turun 354,29 poin atau 1,35 persen ke 25.961,03, dan Indeks Straits Times terkoreksi 0,45 poin atau 0,01 persen ke 3.180,16.

Rupiah Menguat

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan menguat, 20 poin ke posisi Rp14.463 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.

“Pergerakan rupiah dipengaruhi kebijakan The Fed yang mempertahankan sikap dovish-nya dalam keputusan kebijakan terbaru. Selain itu data PDB AS untuk kuartal II tahun 2021 gagal memberikan dukungan kepada dolar,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Ekonomi AS tumbuh 6,5 persen pada kuartal II 2021 di bawah estimasi pasar 8,4 persen, namun lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya 6,3 persen.

Dari dalam negeri, investor tampaknya masih mengkhawatirkan masih tingginya jumlah kasus bari Covid-19 yang berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.435 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.435 per dolar AS hingga Rp14.474 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.462 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.491 per dolar AS./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *