JAKARTA, Bisnistoday – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”, BEI: BDMN) menerima penghargaan Top GRC Awards 2025 di Jakarta pada hari Senin (8/9). Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai telah memiliki kelengkapan sistem dan infrastruktur tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan (governance, risk, and compliance atau GRC) yang baik dan berhasil dalam mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance atau GCG) berkelanjutan.
“Penghargaan ini merupakan wujud komitmen kami dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari pemimpin perusahaan, hingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya perusahaan yang dimiliki setiap individu yang bekerja di Danamon,” ujar D. Ejima, Direktur Utama Danamon di Jakarta, kemarin.
“Di tengah dinamika global yang terus berubah, penghargaan ini menjadi inspirasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola, manajemen, dan kepatuhan, sehingga kami dapat terus memenangkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan kami, termasuk nasabah, regulator, dan masyarakat secara luas,” urainya.
Pada penyelenggaraannya tahun ini, Danamon menerima penghargaan TOP GRC Award 4 Star (Very Good). Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Danamon, D. Ejima, menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2025.
Rita Mirasari, Direktur Kepatuhan Danamon, menjelaskan, penghargaan Top GRC Awards 2025 ini merupakan wujud pengakuan atas kerja keras Danamon dalam mengimplementasikan prinsip GCG, manajemen risiko, serta kepatuhan dalam menjalankan bisnis dan operasional Danamon. “ Ini, sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta berkontribusi kepada perekonomian nasional.”
Top GRC Awards diselenggarakan sejak tahun 2019 oleh Majalah Top Business, berkolaborasi dengan sejumlah lembaga/pakar di bidang tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Tahun ini, 134 perusahaan mengikuti penilaian yang dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis, akademisi, dan asosiasi profesi, meningkat 20% dari tahun sebelumnya. /




