JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons dinamika di sektor industri yang dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global. Saat ini, dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian, yang memberikan tekanan kuat pada perekonomian.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global direvisi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, termasuk negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China, yang juga merupakan pasar tujuan utama ekspor Indonesia.
Perlambatan ekonomi global ditunjukkan dengan kecenderungan penurunan nilai Purchasing Managers’ Index (PMI) pada bulan September-Oktober 2022 yang disebabkan oleh kenaikan inflasi, gangguan rantai pasok, ketegangan geopolitik dan pengaruh cuaca.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, PMI manufaktur di seluruh dunia turun, bahkan beberapa negara industri maju nilainya di bawah 50 atau tidak ekspansif. Pengaruh tekanan inflasi global terhadap harga jual produk secara langsung melemahkan daya beli termasuk pasar tujuan ekspor Indonesia dan mulai berimbas ke pasar dalam negeri.
Ditambah lagi, hampir semua negara merespons inflasi tersebut dengan kebijakan menaikkan suku bunga sehingga daya beli semakin lemah dan mengurangi minat pelaku usaha untuk mengambil pinjaman modal atau ekspansi.
Tingginya inflasi negara tujuan ekspor juga menyebabkan sejumlah negara melakukan relokasi tujuan ekspor salah satunya ke Indonesia, sehingga persaingan di pasar domestik semakin meningkat. Karenanya, di tengah ketidakpastian perekonomian global, perlu dilakukan pemantauan terhadap kondisi industri yang merupakan penopang utama perekonomian nasional.
Indeks Kepercayaan Industri
Untuk selanjutnya, Kemenperin membentuk Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang merupakan salah satu kegiatan pemantauan kondisi industri terkini. IKI serupa dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis oleh S&P Global dan Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI).
“Namun, Laporan IKI nantinya menekankan pada responden yang lebih banyak jumlahnya, yang mewakili seluruh subsektor industri,” jelas Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Perindustrian Wulan Aprilianti Permatasari.
Kemenperin akan meluncurkan IKI pada akhir November 2022. Dalam pembentukan IKI, Kemenperin didukung oleh para akademisi dan peneliti dari universitas dan lembaga penelitian. Pada tanggal 3 November 2022, Kemenperin menyelenggarakan Expert Meeting untuk mendapatkan masukan dari para peserta terhadap konsep IKI yang telah disusun antara lain variabel, bobot variabel, dan daftar responden IKI./






































