www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home GLOBAL India Batalkan BMAD Produk Tekstil Benang Sintetis
GLOBAL

India Batalkan BMAD Produk Tekstil Benang Sintetis

Pemerintah India memutuskan membatalkan pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) untuk produk Viscose Spun Yarn (VSY) atau benang sintetis.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah India melalui Kementerian Keuangan memutuskan membatalkan pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) untuk produk Viscose Spun Yarn (VSY) atau benang sintetis. Keputusan tersebut tertuang dalam Office Memorandum F. No. 354/154/2020 yang diterbitkan Pemerintah India pada 6 April 2021. Keputusan ini memberikan kesempatan ekspor tekstil ke India makin terbuka luas. 

Dengan terbitnya putusan ini, rekomendasi keputusan akhir Directorate General Trade Remedies (DGTR) India yang terbit tanggal 30 Desember 2020 dinyatakan tidak diterapkan. Artinya, eksportir Indonesia tidak dikenakan BMAD sebesar USD 0,25/kg hingga USD 0,44/kg. 

Baca juga : Kemendag Catat Neraca Perdagangan Surplus USD 2,19 Miliar

“Pembatalan ini membuka peluang untuk meningkatkan ekapor VSY ke India semakin besar. Ini menjadi kabar gembira terutama bagi industri tekstil sebagai salah satu industri andalan Indonesia. Pembatalan ini juga merupakan faktor pendukung pemulihan ekonomi yang menjadi salah satu fokus pemerintah di kala pandemi,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, kepada media di Jakarta, kemarin. 

Kasus ini bermula pada 20 Januari 2020 saat otoritas India menginisiasi penyelidikan antidumping untuk produk VSY dengan pos tarif/HS Code 55101110, 55101190, 55101210, 55101290, 55109010, 55109090 asal Indonesia, Tiongkok, dan Vietnam. VSY merupakan benang sintetis yang dibuat dari serat tanaman atau pulp serat kayu yang digunakan untuk proses penenunan atau pembuatan kain dan karpet. 

Baca juga : Neraca Perdagangan Mei 2021 Surplus USD 2,36 miliar

Sementara, Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan Indonesia merupakan salah satu pemain utama produk benang sintetis atau VSY di dunia. “Dengan pembatalan BMAD ini, Indonesia tidak akan kehilangan momentum untuk tetap mempertahankan dan bahkan meningkatkan ekspor produk VSY terutama ke India. Ke depan, Pemerintah akan terus berkomitmen dalam mengatasi berbagai macam hambatan akses pasar produk ekspor Indonesia,” tutur Wisnu. 

Menurut Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati, produk VSY sudah memiliki pasar yang cukup besar di India. Indonesia menjadi negara ekspor terbesar kedua ke India setelah Tiongkok. Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor VSY Indonesia ke India mencapai nilai tertinggi tahun 2019 sebesar USD 49,3 juta. 

Baca juga : Indonesia Bantu Ribuan Tabung Gas Oksigen ke India

Nilai ekspor ini, menurutnya, sempat turun menjadi USD 32,6 juta tahun 2020. Sementara itu, periode Januari–April 2021, nilai ekspor VSY Indonesia ke India tercatat sebesar USD 11,92 juta atau turun 0,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang sebesar USD 12 juta. 

“Pembatalan rekomendasi pengenaan BMAD ini jarang dilakukan oleh India. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi keputusan Pemerintah India tersebut. Setelah adanya pembatalan ini, kami harapkan eksportir atau produsen produk VSY Indonesia akan mampu menggenjot ekspor ke India,” terang Pradnyawati./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Rundal (ilustrasi/unsplash/sunghyun jin)
GLOBALKawasan Global

Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik, Jepang dan Korsel Ketar-Ketir

JAKARTA, Bisnistoday - Korea Selatan dan Jepang melaporkan Korea Utara telah meluncurkan...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBALKawasan Global

AS Langgar Kesepakatan, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

JAKARTA, Bisnistoday – Situasi politik di Selat Hormuz masih keruh. Garda Revolusi...

EKONOMIGLOBALKawasan Global

Dampak Konflik Timur Tengah Bayangi Pertemuan IMF

JAKARTA, Bisnistoday - Perang antara AS dan Israel dengan Iran menjadi topik...

Perang Iran Israel
GLOBALHEADLINE NEWSKawasan Global

Pakistan Terus Upayakan Perdamaian di Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat dan Iran masih membahas rencana perundingan kedua...